Kecelakaan Bus Guru TK di Blitar

Kronologis Kecelakaan Bus Pengangkut Guru TK Tulungagung di Blitar, Sempat Tabrak Pengendara Motor

Bus melaju dari arah barat,sudah melewati Pasar Kesamben.Sesampai di Jembatan Kali Judel, yang jalannya lurus menurun itu, bus mendadak banting kanan

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Imam Taufik
Kondisi bus pariwisata yang mengangkut rombongan guru TK dari Tulungagung yang alami kecelakaan di Kesamben Blitar, Sabtu (7/12/2019) 

SURYAMALANG.COM, BLITAR -  Kronologi kecelakaan bus wisata yang ditumpangi rombongan para guru, dan kepala sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) asal Tulungagung di Blitar terungkap dari penjelasan para saksi.

Beberapa warga menyaksikan detik-detik terjadinya kecelakaan bus yang ditumpangi rombongan guru TK Tulungagung di Blitar itu. 

Bus wisata yang mengalami kecelakaan itu adalah bus Fabian Anugerah Trans, yang ditumpangi 59 penumpang.

Bus Pariwisata Rombongan Guru TK Tulungagung Kecelakaan di Kesamben Blitar, Bupati Turun Tangan

Bus terperosok ke Kali Judel, yang ada di jalan Raya Malang-Blitar, atau tepatnya sekitar 20 meter timur SPBU Kesamben, Sabtu (7/12/2019) pagi.

Akibat kecelakaan itu, lima korban tewas di TKP, yakni Ny Naksa Bandi (54), Ny Siti Fatimah (40), Ny Kasiaten (42), dan Ny Anita (32), semuanya kasek TK, yang tak lain penumpang bus tersebut.

Sementara, korban tewas lagi, adalah bukan penumpang bus melainkan pengendara sepeda motor, Ridwan (54), warga Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben.

"Semua korban tewas di TKP dengan kondisi luka parah, sehingga belum sempat dievakuasi," kata AKP Amirullah Hakim, Kasat Lantas Polres Blitar.

Sedang, korban luka yang tak lain para penumpang bus itu berjumlah 55 orang.

Tiga di antaranya, adalah anak-anak atau masih berusia sekitar empat tahun.

Mereka berada di bus itu karena ikut ibunya, yang hendak rekreasi ke wisata Taman Kurma, Pasuruan.

Ketiga balita di antaranya, Sasa, yang berusia 3 tahun, dan ikut ibunya, Ny Yuli (40).

"Semua korban luka sudah dievakuasi dari TKP dan sebagian saat ini sedang dirawat di RSUD Ngudi Waluya, Wlingi.

Untuk sebagian lagi, sudah dijemput oleh mobil PMI (Palang Merah Indonesia), untuk dibawa pulang ke Tulungagung," papar Amirul.

Petugas masih melakukan pendataan atas para korban karena jumlah korbannya sangat banyak termasuk penyebab kecelakaannya juga masih sedang diselidiki.

Sebab, sopir bus wisata Fabian Anugerah Trans, Miftakhul Huda (40), warga Tulungagung, juga terluka sehingga belum bisa dimintai keterangan, dan sekarang masih dirawat di RSUD Ngudi Waluya, Wlingi.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved