Kabar Jombang

Putra Kiai Ternama di Jombang Diduga Menodai Santriwati Asal Jateng, Kasus Diserahkan ke Polda Jatim

Putra Kiai Ternama di Jombang Diduga Menodai Santriwati Asal Jateng, Kasus Diserahkan ke Polda Jatim

Penulis: Sutono | Editor: eko darmoko
IST
Pengasuh Pondok Pesantren di Jombang Diduga Menodai Santriwati (ILUSTRASI) 

Massa meminta polisi bersikap independen dalam menangani kasus pencabulan yang diduga dilakukan MSA.

"Kami ingin menyampaikan aspirasi, semua persoalan hukum tidak boleh diintervensi secara negatif oleh pihak-pihak manapun," ujar M Sholeh, Humas Pesantren Shiddiqiyah.

Sholeh juga mengatakan, unjukrasa merupakan bentuk keprihatinan atas maraknya publikasi negatif kepada MSA, tokoh kunci di Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Waton Minal Iman Shiddiqiyyah.

"Selama ini kami berdiam diri atas banyaknya postingan di media sosial dan pemberitaan yang tidak ada klarifikasinya kepada kami. Ini persoalan antarpribadi, tapi jadi konsumsi publik. Kasus ini kami bantah, karena tidak benar. Tapi kami ikuti proses hukum," terang Sholeh.

Diberitakan sebelumnya, MSA, Jombang, putra kiai ternama di Jombang, dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan terhadap santriwatinya, asal Jawa Tengah, November lalu.

MSA selain sebagai putra kiai, juga pengurus pesantren di Kecamatan Ploso, Jombang. Sedangkan, pelapornya, NA, merupakan salah satu santriwatinya, asal Jawa Tengah.

Puluhan aktivis Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual saat berunjuk rasa di mapolres setempat, menuntut MSA, putra kiai ternama di Jombang, tersangka kasus asusila ditahan, Rabu (8/1/2020) lalu.
Puluhan aktivis Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual saat berunjuk rasa di mapolres setempat, menuntut MSA, putra kiai ternama di Jombang, tersangka kasus asusila ditahan, Rabu (8/1/2020) lalu. (SURYAMALANG.COM/Sutono)

Penetapan Tersangka dan Tidak Ditahan

Kasus dugaan pencabulan pengurus sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, terhadap santriwati memicu reaksi berbagai kalangan, termasuk Jaringan Alumni Santri Jombang (JASiJO).

Koordinator JASiJO, Aan Anshori mengecam kekerasan seksual yang diduga dilakukan MSA (39) terhadap anak di bawah umur asal Jawa Tengah, yang juga santriwati di pondok tempat MSA menjadi pengurus.

MSA yang juga putra kiai berpengaruh di Jombang, kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Namun tersangka belum diperiksa polisi.

Aan Anshori mengapresiasi kesigapan Polres Jombang dalam merespons kasus dugaan pencabulan tersebut, serta berani membongkar seluruh skandal yang sebenarnya telah berlangsung lama.

“JASiJO berkeyakinan masih ada korban lain dalam skandal ini. Kepolisian juga tidak perlu minder dan takut, walaupun kasus ini melibatkan ‘orang besar’,” kata Aan Anshori kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (6/12/2019).

Lebih jauh, Aan mendorong polisi untuk menahan tersangka.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved