Kota Batu
Derita Nenek Kalimah, Bantuan Pemkot Batu Tak Kunjung Nyata Meski Sudah Disurvey Berulang Kali
ternyata 'gubuk' atau rumah nenek Kalimah sebenarnya sudah disurvey untuk mendapatkan bantuan beberapa kali, tapi bantuan renovasi hanya janji semata
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, BATU - Kondisi memprihatinkan benar-benar melingkupi nenek Kalimah (66) , warga Junrejo kota Batu yang kini kondisinya lemah karena sakit.
Apa yang dialami nenek Kalimah juga bisa menjadi cermin bagaimana pihak terkait tidak menunjukkan empatinya pada seorang nenek yang kini hanya bisa berbaring lemah di 'gubuk' yang jadi tempat tinggalnya.
Pihak rumah sakit tega meminta sang nenek untuk kembali pulang dua kali, padahal perjuangan untuk membawa nenek Kalimah ke rumah sakit begitu sulit dan kondisinya semakin lemah .
• Nenek Kalimah Dirujuk ke RSSA Malang, Pemkot Batu Beri Penjelasan
• Sidang Kasus Mutilasi Pasar Besar Malang Ditunda Lagi, 2 Kali JPU Tak Siap Tuntutan Bagi Sugeng
• Tangkap Pengedar Narkoba di Malang, Polisi Sita 1,2 Kg Ganja dan 87.800 Butir Pil Koplo
Fakta lain didapati, ternyata 'gubuk' atau rumah nenek Kalimah sebenarnya sudah disurvey untuk mendapatkan bantuan beberapa kali, tapi bantuan renovasi yang dimaksut tak juga ada.
Nenek Kalimah tinggal di rumahnya yang berada di Dusun Jun Watu, Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Lokasi rumahnya jauh dari akses jalan raya, bahkan kendaraan roda dua sulit menjangkau lokasi rumahnya.
Karena itulah warga harus berjuang, bergotong royong menandu nenek Kalimah melewati jalan berlumpur dan licin untuk dibawa ke rumah sakit.
Rumah nenek Kalimah tidak memiliki tempat mandi cuci kakus (MCK).
Keluarga Kalimah harus menempuh jarak sekitar 100 meter untuk sampai ke sungai.
Kebutuhan MCK dilakukan di sungai. Fatalnya, jika hujan deras, aliran sungai deras.
Sementara itu, keponakan Kalimah, Supendi mengatakan kalau rumah yang saat ini ia tempati atas nama Kalimah.
Saat ini, dirinya tengah mengurus sertifikat rumah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
“Kami sedang mengurus PTSL. Rumah ini sudah kami tempati sektiar tahun 2000 an,” kata Supendi.
Supendi mengatakan, jika ingin mencuci atau mandi, bahkan buang air besar harus pergi ke sungai.
Sungai berada di depan rumah yang jaraknya sekitar 100 meter.
• Keluarga Nenek Kalimah Kecewa pada Pelayanan RS Baptis, Kota Batu
• Penjelasan RS Baptis Kota Batu Terkait Tuduhan Tak Beri Pelayanan Prima ke Nenek 66 Tahun