Kekerasan di SMP Negeri Kota Malang

Akses Kunjungan Ke Ruang Rawat Inap MS Diperketat, Hanya Dinas Dan Keluarga Yang Diijinkan Masuk

Akses kunjungan bagi MS, korban kekerasan atau perundungan di rumah akit hanya diberlakukan untuk dinas dan anggota keluarga.

Akses Kunjungan Ke Ruang Rawat Inap MS Diperketat, Hanya Dinas Dan Keluarga Yang Diijinkan Masuk
TRIBUN JATIM/Kukuh Kurniawan
Walikota Malang, Sutiaji dan Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata usai menjenguk korban perundungan MS yang dirawat di RS Lavalette. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Akses kunjungan untuk menjenguk ke ruang rawat inap anak RS Lavalette, tempat MS, korban kekerasan atau perundungan dirawat diperketat.

Paman korban, Taufik mengatakan akses kunjungan dibatasi dan diperketat mulai diberlakukan pada Kamis (6/2/2020).

"Hal itu merupakan keinginan dari pihak keluarga, rumah sakit, dan kepolisian. Agar kondisi psikis MS cepat pulih juga," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com.

Berikut Ini Sanksi untuk Kepala SMPN dan Kepala Dindikbud Terkait Perundungan di Kota Malang

Sikapi Kasus Perundungan, Pelaku Budaya di Kota Malang Tawarkan Budayawan Mengajar

Fafa Muhammad Zuhud Dapat Rekomendasi Gabung Arema FC Dari Tim Pelatih Singo Edan

Ia menjelaskan bahwa akses kunjungan hanya diberlakukan untuk dinas dan anggota keluarga.

"Di luar dari itu, mohon maaf sudah tidak bisa," tambahnya.

Dirinya menerangkan bahwa saat ini kondisi fisik MS sudah cukup membaik.

Namun untuk kondisi psikisnya masih sangat memerlukan perhatian serius.

Selain itu dirinya juga mengungkapkan perban untuk menutup jari tengah pasca operasi amputasi masih belum dibuka.

"Belum dibuka perbannya setelah operasi. Masih menunggu keputusan dari dokter," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban perundungan MS (13) harus menjalani operasi amputasi jari tengah tangan kanannya.

Amputasi jari tengah hanya dilakukan di dua ruas jari saja yaitu bagian kuku dan lipatan jari bagian bawah.

Amputasi sendiri harus dilakukan karena jaringannya sudah mati.

Sehingga bila tidak segera dilakukan amputasi, maka dikhawatirkan akan menjalar jaringan yang mati tersebut.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved