Berita Kediri Hari Ini

RSUD Pare Kediri Rawat 1 Pasien Positif Covid-19, RS Blitar dan Tulungagung Penuh

Terkait dirujuknya pasien positif corona karena RSUD Pare merupakan rumah sakit rujukan bersama dengan 44 rumah sakit di Jatim.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Awak media memotret materi pernyataan komitmen penanggulangan Covid 19 rumah sakit dan organisasi prpfesi kesehatan di Kantor Pemkab Kediri, Senin (23/3/2020). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Dinas Kesehatan Kediri mengkonfirmasi informasi terkait pasien yang dinyatakan positif covid 19 dari Blitar yang saat ini dirawat di RSUD Pare.

"Pasien dirujuk dari rumah sakit di Kabupaten Blitar sejak hari Sabtu (21/3/2020). Kemudian hasil pemeriksaan tenggorokan baru keluar kemarin," jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Bambang Triono Putro, Senin (23/3/2020).

Dijelaskan, terkait dirujuknya pasien positif corona karena RSUD Pare merupakan rumah sakit rujukan bersama dengan 44 rumah sakit di Jatim.

UPDATE Kasus Corona Covid-19 Jatim, Jumlah ODP Jatim Tembus Angka 1.405 Orang, PDP Capai 125 Orang

Kepala Dinas di Kota Batu Wajib Alihkan Anggaran untuk Tangani Dampak Covid-19, Ada Ancaman Dicopot

Rumah Ayu Ting Ting Dilempar Pembalut dan Celana Dalam, Katanya Orang Gila, Mbah Mijan Sebut Santet

"Di Blitar rumah sakitnya penuh, kemudian dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung juga penuh. Sehingga kita tidak bisa menolak untuk menerima pasien tersebut. Kondisi pasien positif covid 19 dalam kondisi baik," jelasnya.

Bambang juga menjelaskan saat ini di Kabupaten Kediri terdapat orang dengan risiko (ODR) 493 orang.

Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) merupakan ODR dengan keluhan sebanyak 16orang.

Serta pasien dalam pemantauan (PDP) ada 2 pasien.

"Banyak warga Kabupaten Kediri yang diluar negeri atau di luar daerah sebarannya hampir di seluruh kecamatan," jelasnya.

RS dan Organisasi Profesi Kesehatan Tidak Menolak Pasien Covid 19

Di sisi lain, Kalangan rumah sakit dan organisasi profesi kesehatan di Kabupaten Kediri telah berkomitmen tidak akan menolak melayani penderita covid 19 serta menggunakan alat pelindung diri yang memadai.

Pernyataan itu menjadi salah satu komitmen kalangan rumah sakit dan organisasi profesi kesehatan dalam penanggulangan Covid 19 di Kantor Kabupaten Kediri, Senin (23/3/2020).

Selain tidak menolak melayani penderita covid 19, rumah sakit dan organisasi profesi kesehatan tetap melakukan pelayanan sebagaimana mestinya pada masa siaga darurat covid 19.

Selain itu mengikuti kebijakan yang ditetapkan satuan tugas penanggulangan covid 19 Kabupaten Kediri.

Pada acara deklarasi ini juga dilakukan penandatanganan bersama komitmen yang diikuti Bupati Kediri, Kapolres Kediri, Komandan Kodim 0809 Kediri, 11 direktur rumah sakit yang ada di Kabupaten Kediri, Ketua IDI Cabang Kabupaten Kediri, Ketua PDGI Cabang Kabupaten Kediri, Ketua PPNI, Ketua IBI, Ketua IAI, Ketua Patelki, Ketua PKFI dan Ketua ASKLIN Cabang Kabupaten Kediri.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Bambang Triono Putro menjelaskan, segenap dokter juga tetap memberikan pelayanan siaga covid 19.

"Kita semua sepakat mengambil peran masing-masing untuk penanggulangan covid 19," jelasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved