Breaking News:

Virus Corona di Malang

Pemkot Malang Berencana Tambah Alat Rapid Test, Alat Bantuan Pemprov Jatim Justru Belum Digunakan

Pemkot Malang dapat bantuan 420 alat Rapid Test dari Pemprov Jatim dan belum digunakan hingga kini, tapi justru sibuk cari tambahan alat

SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama dengan Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Inf Tommy Anderson, Senin (30/3/2020). Pemkot Malang Berencana Tambah Rapid Test Untuk Penanganan Covid-19 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang belum menggunakan alat rapid test dari Pemprov Jatim tapi justru berencana menambah alat Rapid Test dalam menangani wabah virus corona atau Covid-19.

Wacana menambah alat rapid test  dimunculkan, sementara penggunaan alat rapid test yang ada untuk para tenaga medis belum disegarakan 

Penambahan alat ini disebut agar Pemkot Malang lebih mudah dalam melakukan pendeteksian Covid-19 bagi Orang Dalam Resiko (ODR).

5 Kereta Api Jarak Jauh dari Stasiun Kota Malang Dihentikan Operasionalnya Mulai 1 April 2020

Surat Edaran untuk Terapkan Physical Distancing di Tempat Ibadah Segera Dibuat Pemkot Malang

Detik-detik Via Vallen Jatuh ke Lantai Karena Pusing, Dokter Sarankan Tes Virus Corona, Ini Hasilnya

Sebelumnya, Pemkot Malang telah mendapatkan bantuan 420 alat Rapid Test dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Akan tetapi, alat Rapid Test tersebut hanya dikhususkan bagi para petugas kesehatan yang ada di Kota Malang.

"Saya sudah interuksikan ke teman tim Satgas Covid-19 dari Dinas Kesehatan untuk pembelian Rapid Test. Dan kemarin sudah ditunjuk mana foundernya melalui Gubernur Jatim," ucap Sutiaji, Senin (30/3/2020).

Sutiaji menjelaskan, bahwa Rapid Test ini bukan untuk menentukan orang positif Covid-19 atau negatif Covid-19.

Tes tersebut digunakan guna melihat sistem kekebalan tubuh ODR apakah dia memiliki reaksi atau tidak.

Apabila ada reaksi, kata Sutiaji orang tersebut memiliki bakteri di dalam tubuhnya.

"Ketika ada bakteri maka positif. Tapi positif ada bakteri. Bukan positif Covid-19 tapi ada positif bakteri yang akan dilakukan ke tahap selanjutnya," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved