Breaking News:

Kisah Nabi Muhammad SAW

Dada Nabi Muhammad SAW Dibelah Oleh Laki-laki Pembawa Baskom Emas Berisi Salju, saat Diasuh Halimah

Dada Nabi Muhammad SAW Dibelah Oleh Laki-laki Pembawa Baskom Emas Berisi Salju, saat Diasuh Halimah

Penulis: Eko Darmoko | Editor: eko darmoko
islam.nu.or.id
Kisah Nabi Muhammad SAW 

Nabi Muhammad SAW merupakan putra dari pasangan Abdullah bin Abdul Muttalib dan Aminah bin Wahab bin Abd Manaf bin Zuhra.

Muhammad lahir pada Tahun Gajah atau tahun 570 Masehi, dikutip SURYAMALANG.COM dari ‘Sejarah Hidup Muhammad’ karya Muhammad Husain Haikal terbitan Pustaka Jaya cetakan kelima 1980.

Dalam buku ini dikisahkan, Abdullah saat berusia 24 tahun menikahi Aminah, wanita dari suku Zuhra yang memiliki kedudukan terhormat.

Aminah adalah wanita pilihan Abdul Muttalib, ayah Abdullah sekaligus kakek Nabi Muhammad SAW kelak.

Tak lama setelah pernikahan ini, Abdullah pergi untuk berdagang ke Suria, dan otomatis harus meninggalkan istrinya yang sedang mengandung.

Dalam berbagai riwayat, Abdullah dikisahkan sebagai lelaki yang tegap dan tampan.

Tak heran jika banyak perempuan yang jatuh hati kepadanya, dan akhirnya patah hati setelah Abdullah menikahi Aminah.

Masih dari buku ‘Sejarah Hidup Muhammad’, dalam urusan perdagangan ini, Abdullah sempat singgah di Gaza.

Kemudian sowan ke tempat saudara-saudara ibunya di Madinah.

Kemudian, di Madinah, Abdullah sakit dan tidak bisa melanjutkan perjalanan pulang ke Mekkah.

Sementara, kawan-kawannya pulang ke Mekkah untuk mengabarkan keadaan sakit yang diderita Abdullah kepada keluarga di Mekkah.

Mendengar kabar ini, Abdul Muttalib mengutus anak sulungnya, Harith, untuk menjemput Abdullah di Madinah dan membawa pulang ke Mekkah bila kondisinya sudah sembuh.

Namun apa daya, sesampainya di Madinah, Harith dikejutkan dengan kabar kematian Abdullah dan sudah dimakamkan di sana.

Kabar kematian Abdullah tentu saja membuat sedih ayahnya, Abdul Muttalib, dan juga istri Abdullah, Aminah yang sedang mengandung.

Kesedihan ini perlahan memudar seiring lahirnya bayi laki-laki yang dikandung Aminah.

Bayi ini adalah Muhammad, yang kelak akan menjadi nabi penutup zaman pilihan Allah SWT.

Abdul Muttalib sangat senang mendengar kabar kelahiran cucu tersayangnya.

Saking senangnya, Abdul Muttalib langsung mengangkat bayi itu dan membawanya ke Kakbah.

Bayi itu diberi nama Muhammad, sebuah nama yang tidak umum di kalangan orang Arab, tapi cukup dikenal.

Kehadiran Muhammad, bagi Abdul Muttalib, adalah sebuah oase kebahagiaan di tengah masa kesedihan karena kematian Abdullah.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved