PSBB Malang Raya

Evalusi Pelaksanaan PSBB Malang Raya di Kabupaten, Bagaimana Hasilnya Usai Sepekan Berjalan?

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya memasuki hari ketujuh, sejak dilaksanakan pada Minggu (17/5/2020)

SURYA.CO.ID/M Erwin
Ilustrasi rapid test di Kabupaten Malang 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya memasuki hari ketujuh, sejak dilaksanakan pada Minggu (17/5/2020)

Data Satgas COVID-19 Kabupaten Malang memaparkan, hingga Minggu (24/5/2020) pasien terkonfirmasi positif mencapai 59 orang artinya, terjadi peningkatan pasien COVID-19 bila dibandingkan pada tanggal 16 Mei 2020 yang saat itu masih 51 orang.

Sepekan berjalan, Satgas COVID-19 Kabupaten Malang belum bisa memberikan kesimpulan secara valid terkait efektifitas pelaksanaan PSBB terhadap menurunnya angka positif virus corona

“Kami belum bisa memberikan kesimpulan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo ketika dikonfirmasi.

Selama pelaksanaan PSBB, Arbani menuturkan tracing dengan metode rapid test terus digalakkan tapi, Arbani berpendapat, penambahan jumlah pasien positif corona bukan satu-satunya indikator keberhasilan PSBB.

“Hasil test swab keluar pada saat PSBB ini adalah hasil uji spesimen PDP yang belum keluar," terang Arbani.

Mantan Direktur Utama RSUD Lawang ini mewaspadai kemunculan transmisi lokal penularan virus corona di Kabupaten Malang. 

Arbani menganalisa, orang tanpa gejala (OTG) yang punya riwayat dengan pasien positif COVID-19 bisa memunculkan transmisi lokal. Sejauh ini 171 orang masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). "OTG yang punya riwayat kontak harus kami cermati," ujar Arbani.

Sedangkan transmisi luar penularan virus corona berasal dari luar daerah Kabupaten Malang. "Keberadaan posko check point di perbatasan bisa mencegah penularan COVID-19 dari luar daerah," beber Arbani.

Supaya ekspetasi keberhasilan PSBB Malang Raya terwujud, Arbani memohon kepada masyarakat agar senantiasa menerapkann physical distancing dan memakai masker.

"Karena kesadaran masyarakat turut andil mensukseskan PSBB dan mencegah penularan corona," kata dokter gigi ini.

Meski PSBB telah diterapkan, Arbani heran kenyataan yang terjadi di masyarakat terkadang tak sesuai ekspetasi. "Kami masih banyak menemui pengendaran motor berboncengan tapi tidak satu alamat, serta kendaraan roda empat yang melebihi kapasitas 50 persen,” ungkap Arbani.

Menyadari temuan tersebut, Arbani yang juga merupakan bagian dari Satgas COVID-19 akan melakukan evaluasi. "Kami akan melakukan evaluasi," ucap pria berkacamata itu. (ew)

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved