Hasil Rapid Test Covid-19 Pria NTT Reaktif Hamil, Petugas Pasrah Digeruduk Warga, Faktanya Terungkap

Hasil rapid test Covid-19 pria NTT reaktif hamil, petugas pasrah digeruduk warga, faktanya terungkap

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/kolase tribunjabar/mega nugraha/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pria melakukan Rapid Test 

Robert-Koch-Institut menyarankan, pada dugaan kasus infeksi, sampel harus diambil dari saluran pernafasan bawah.

Misalnya sekret yang berasal dari saluran bronkhium atau paru-paru.

Sampel kemudian akan diteliti di laboratorium diagnostik untuk memastikan infeksi oleh virus Corona. Prosedurnya berbasis pada apa yang disebut reaksi berantai polymerase (PCR).

Pengujian semacam ini biasanya berlangsung selama 5 jam, dan kini menjadi prosedur standar di laboratorium.

Potongan DNA yang dipilah secara terarah dan diperbanyak dalam perangkat blok Thermocycler, yang secara mandiri mengatur siklus temperatur saat PCR.

Prosedur tersebut akan menunjukkan, apakah ada atau sebanyak apa unsur patogen, misalnya virus corona, dalam tubuh.

Hasil tes cepat biasanya diperoleh dalam waktu satu atau dua hari.

Hasilnya, apakah negatif atau positif akan diinformasikan kepada dokter dan pasien bersangkutan.

Jika hasil tes virus corona positif, juga lembaga kesehatan lokal mendapat informasinya.

Setelah itu pasien akan diperintahkan untuk melakukan karantina.

Jika kasusnya berat pasien harus dikarantina dan dirawat di rumah sakit yang sudah menyiapkan ruang isolasi.

Sementara jika kasusnya ringan, pasien bisa dikarantina di rumah dalam kurun waktu hingga dinyatakan sembuh dan tidak menularkan virus. Dikutip dari Kompas.com artikel 'Rapid Test untuk Tes Massal Corona, Ini Metode dan Prosedurnya'

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved