Breaking News:

Virus Corona di Malang

Keluarga Jadi Klaster Paling Banyak Penularan Corona di Kota Malang

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang menyebut penularan virus corona paling banyak terjadi di klaster keluarga

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: isy
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang menyebut penularan virus corona paling banyak terjadi di klaster keluarga. Pasien positif yang tidak disiplin membuat angka kasus Covid-19 naik drastis menjadi 95.

Selain itu, pemantauan terhadap pasien positif Covid-19 tidak berjalan maksimal. Hal itu membuat mayoritas pasien positif yang menjalani isolasi mandiri dapat sesuka hati keluar rumah tanpa pengawasan.

“Jadi klaster itu karena isolasi mandirinya tidak disiplin dan yang kedua dari pamantauan tidak teratur sehingga yang konfirm positif itu masih ke luar rumah masih berinteraksi. Nah ini nanti yang menjadi perhatian,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang, Husnul Muarif, Rabu (16/6/2020).

Untuk menekan penularan dari klaster keluarga, Husnul mengatakan telah membuat dua opsi yang dapat dipilih.

Opsi pertama, mengevakuasi pasien positif ke rumah sakit agar tidak berinteraksi dengan keluarga.

Sementara opsi kedua, mengungsikan anggota keluarga yang tidak terpapar.

“Kalau orangnya ngotot di situ penularannya akan tetap tinggi,” ujar Husnul.

Husnul menyampaikan sebaran pasien Covid-19 di Kota Malang merata di seluruh kecamatan.

Yang paling dominan terletak di Kecamatan Blimbing dan Kedungkandang.

“Faktor (penularan) banyak mulai dari kepadatan anggota keluarga, mobilitas dan kedisplinan,” tandas dia.

Saat ini, terdapat 51 orang pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Kemudian 38 orang dinyatakan sembuh dan enam orang meninggal dunia.

Pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Malang juga terus bertambah.

"Kini, total 114 dirawat di rumah sakit. Sementara 23 orang dari kategori ini dinyatakan meninggal," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved