Kemendikbud Luncurkan 3 Kebijakan Atasi Dampak Virus Corona, Nadiem: Ada Keringanan Biaya UKT

Kemendikbud Luncurkan 3 Kebijakan Atasi Dampak Virus Corona Berikan Keringanan UKT, Berikan Beasiswa dan tidak ada kenaikan UKT

Penulis: Farid Farid | Editor: Adrianus Adhi
85 Kabupaten/Kota Siap Buka Kembali Sekolah Sesuai Izin Menteri Nadiem Makarim, Berlaku Juli 2020
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim. Foto ini digunakan untuk ilustrasi Artikel Kemendikbud Luncurkan 3 Kebijakan Atasi Dampak Virus Corona, Nadiem: Ada Keringanan Biaya UKT 

SURYAMALANG.COM, Malang - Dampak pandemi virus corona Kemendibud luncurkan 3 kebijakan utama untuk ringankan beban siswa dan mahasiswa. 

Menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim menjelaskan bahwa tidak akan ada kenaikan UKT atau uang kuliah tunggal di semua perguruan tinggi negeri. 

Nadiem memahami kondisi pandemi, setiap orang tua mengalami kondisi keuangan yang sulit sehingga pemerintah memutuskan untuk tidak akan menaikan iuran UKT

Melansir dari Artikel Covid.19.Go.id Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menjelaskan kebijakan pertama dan kedua terkait dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan  Dana Bantuan UKT mahasiswa, sementara kebijakan ketiga menyangkut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja.

“Kami terus berkomitmen menghadirkan akses pada layanan pendidikan. Beberapa penyesuaian kebijakan dilakukan untuk mendukung mahasiswa dan satuan pendidikan agar tetap memperoleh hak dan menjalankan layanan pendidikan secara optimal,” terang Mendikbud pada Taklimat Media secara virtual di Jakarta, Jumat (19/06).

Nadiem menegaskan berbagai dukungan tersebut dibuat setelah Kemendikbud melakukan kajian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan kebijakan terbaik.

“Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya gotong-royong dan dukungan pemerintah terhadap seluruh insan dan satuan pendidikan yang terkena dampak pandemi, sehingga diharapkan mereka akan mampu melewati tantangan yang ada,” ungkap Nadiem

Berikut adalah berbagai ketentuan dalam kebijakan baru yang diluncurkan Kemendikbud terkait UKT, bantuan pandemi mahasiswa, serta BOS Afirmasi dan BOS Kinerja: 

Kebijakan Penyesuaian UKT

Kemendikbud mengatur mekanisme penyesuaian UKT melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 25 tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Peraturan ini bertujuan memberikan keringanan UKT bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri yang menghadapi kendala finansial selama pandemi COVID-19.  Terdapat empat arahan kebijakan baru yang diatur dalam Permendikbud tersebut yaitu: 

UKT dapat disesuaikan untuk mahasiswa yang keluarganya mengalami kendala finansial akibat pandemi COVID-19.
Mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil satuan kredit semester (SKS) sama sekali (misalnya: menunggu kelulusan).

Pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakuan UKT baru terhadap mahasiswa.

Mahasiswa di masa akhir kuliah membayar paling tinggi 50% UKT jika mengambil ≤6 SKS:
Semester 9 bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan (S1, D4) 
Semester 7 bagi mahasiswa program diploma tiga (D3)

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved