Berita Malang Hari Ini

Berita Malang Hari Ini 16 Juli 2020 Populer: Terbakarnya Candi Ganter & Aplikasi Baru Wadul Polisi

Berita Malang hari ini Kamis 16 Juli 2020 populer diantaranya aplikasi baru Wadul Polisi yang dibuat Polresta Malang.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Kolase SURYAMALANG.COM/Polresta Malang Kota/Pemdes Tulungrejo
Berita Malang hari ini Kamis 16 Juli 2020 populer 

John juga ingin agar pemerintah daerah bisa memfasilitasi pengadaan rambu lalu lintas.

"Kami berharap pemerintah daerah juga bisa membantu pengadaan rambu lalu lintas, papan peringatan dan tempat istirahat. Karena selama ini rata-rata dalam satu bulan terjadi antara 20 sampai 30 kali kasus kecelakaan disepanjang jalur TNBTS,” beber John.

Pengadaan itu dirasa punya urgensi penting, karena menyangkut keselamatan pengguna jalan.

"Seperti halnya di sepanjang jalur Coban Trisula sampai ke Jemplang,” tuturnya.

John menerangkan fasilitas ini demi memanjakan pengunjung TNBTS dalam segi kenyamanan dan keamanan.

"Bisa mengurangi risiko kecelakaan, kami berharap agar kenyamanan wisatawan yang akan menuju Gunung Bromo juga semakin terjamin," tutur John.

Sementara itu, Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Romdhoni menerangkan, pembangunan jalan tersebut memalai anggaran yang akan digunakan pada tahun anggaran 2020.

Nilainya sebesar Rp 7,7 miliar.

“Perjanjian kerjasama pekerjaan ini akan dilaksanakan selama 10 tahun dan akan terus di evaluasi tiap tahunnya,” tutur Romdhoni.

Panjang jalan yang digarap, sepanjang 10,1 kilometer beradandi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru area Jemplang, Poncokusumo.

Pembangunan jalan itu sejatinya dimulai sejak Bulan Februari lalu.

Pemkab Malang menargetkan jalan di TNBTS bisa tuntas pada Oktober mendatang.

“Prioritas sekarang adalah supaya kendaraan yang berpapasan di arah yang berlawanan bisa lewat dengan aman,” ungkap Romdhoni.

Di sisi lain, Bupati Malang, Muhammad Sanusi senang dengan pembangunan tersebut.

Karena dapat beri dampak positif pada bidang ekonomi masyarakat Desa Ngadas.

"Akses jalan itu bisa mempermudah warga Tengger dan daerah lain," beber Sanusi.

Ketika wabah corona berakhir, Sanusi yakin ekonomi dari sektor wisata di TNBTS kembali tumbuh.

“Saat ini saja sudah ada 60 homestay yang dikelola oleh warga setempat. Nanti new normal sudah bisa dimulai dan wisatawan sudah berdatangan maka roda perekonomian warga disektor wisata akan kembali bergerak,” jelas Sanusi.

(Mohammad Erwin/Kukuh Kurniawan/Ratih Fardiyah/SURYAMALANG)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved