Breaking News:

Berita Malang Hari Ini Jumat 24 Juli 2020 Populer: Penemuan Batu Bata Kuno dan Operasi Patuh Semeru

Rangkuman Berita Malang hari ini Jumat 24 Juli 2020 populer diantaranya cerita tak terduga dibalik penemuan batu bata kuno di Singosari Malang.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Kolase SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan/Hayu Yudha Prabowo
Berita Malang hari ini Jumat 24 Juli 2020 populer 

2. Pemkab Malang akan melakukan mediasi antara petani jeruk dengan Pemerintah Desa Selorejo dalam waktu dekat.

Petani jeruk asal Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Ali Machrus, menunjukkan surat pemanggilan terkait tuduhan pencurian jeruk, Rabu (22/7/2020).
Petani jeruk asal Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Ali Machrus, menunjukkan surat pemanggilan terkait tuduhan pencurian jeruk, Rabu (22/7/2020). (erwin wicaksono/suryamalang.com)

Mediasi tersebut guna menemukan solusi ideal, bagi kedua belah pihak yang tengah berseteru karena masalah pengelolaan tanah kas desa.

"Kami akan melakukan mediasi, pihak desa juga kami ajak berkomunikasi. Mediasi ini supaya ada jalan tengahnya," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Suwadji ketika dikonfirmasi, Kamis (23/7/2020).

Suwadji menambahkan, beberapa kali mediasi antara petani jeruk dan Pemdes Selorejo telah dilakukan.

"Awalnya sudah pernah pak Sekda, DPRD dan Muspika Dau sudah memfasilitasi mediasi," ungkap Suwadji.

Namun, mediasi itu belum menghasilkan kesepakatan yang solutif antar kedua belah pihak.

"Saya monitor perkembangannya ada titik jenuh hingga saling lapor saya sebagai pembina desa langsung masuk untuk mediasi," bebernya.

Suwadji menganalisa, benang merah yang mencuat dalam polemik pengelolaan tanah kas desa di Selorejo, Kecamatan Dau, itu akibat perbedaan penafsiran yang mengakibatkan petani jeruk dan Pemdes Selorejo saling klaim argumen kebenaran.

Pada satu sisi, petani jeruk menyebut pihaknya berhak mengelola tanah kas desa karena telah membayar sewa.

"Tapi pihak desa (Selorejo) mengira masa sewanya sudah habis dan petani tidak memperpanjang. Inilah yang belum jelas penafsirannya," tutur Suwadji.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved