Breaking News:

Kesehatan

Vaksin Covid-19 dari China Sedang dalam Proses Uji Klinis di Indonesia Oleh Bio Farma, Butuh Relawan

Vaksin Covid-19 dari China Sedang dalam Proses Uji Klinis di Indonesia Oleh Bio Farma, Butuh Relawan

Editor: eko darmoko
Shutterstock
Ilustrasi proses pembuatan vaksin virus corona atau Covid-19 

Tahap selanjutnya

Kandidat vaksin Oxford-AstraZeneca sendiri tengah melanjutkan uji klinis fase III di Brasil, Afrika Selatan, dan Inggris.

Uji coba tambahan diperkirakan akan dimulai di negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Sementara itu, vaksin CanSino juga diperkirakan memulai uji klinis serupa di Brasil.

Selain mengevaluasi apakah vaksin dapat mencegah infeksi Covid-19, tahap pengujian ini dirancang untuk menilai bagaimana kinerja vaksin potensial tersebut pada populasi yang lebih beragam.

Uji coba awal vaksin Oxford-AstraZeneca mencakup 1.077 peserta.

Namun, kandidat vaksin ini tidak diuji pada siapa pun yang berusia di atas 55 tahun.

Adapun vaksin CanSino diuji pada 508 orang dan mencakup mereka yang berusia di atas 55 tahun.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan sebelum vaksin apa pun terbukti aman untuk digunakan secara luas.

"Selama uji klinis fase III, sangat penting untuk memperluas dan mendiversifikasi orang-orang yang diteliti, termasuk orang-orang dari demografi yang secara tidak proporsional terdampak virus corona," kata del Rio.

Melihat bahaya dan efek samping

Para ilmuwan juga akan mencari tahu efek samping berbahaya yang mungkin ditimbulkan oleh kandidat vaksin ini.

Dalam uji coba awal, kedua kandidat vaksin hanya menimbulkan efek samping kecil seperti demam dan sakit kepala.

Menurut Pin Wang, Profesor Ilmu Material, Biomedis, dan Teknik Kimia di University of Southern California, ia meyakini bahwa efek samping yang terlihat sejauh ini dapat diatasi.

"Jika ada efek samping lainnya, kemungkinan terkait dengan latar belakang genetik. Saya pikir itu jarang terjadi dengan jumlah orang yang telah diuji saat ini," katanya.

Namun, ia menyebut tidak menutup kemungkinan akan adanya "kejutan" lain yang dapat terjadi setelah kandidat vaksin menjalani evaluasi yang lebih rinci.

Sebagian dari masalah yang dapat berpengaruh adalah, saat pengembangan vaksin berjalan dengan cepat, para peneliti masih terus menemukan hal baru tentang virus corona setiap harinya.

"Virus ini baru dan menantang untuk pengembangan vaksin. Kami tidak memiliki seluruh data yang dapat memberi petunjuk."

"Kami hanya dapat mempelajari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dengan melakukan lebih banyak penelitian," tutur Wang.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved