Berita Malang Hari Ini

11 Koperasi Terancam Bangkrut, Ini yang akan DiIlakukan Dinkop Kabupaten Malang

Sebanyak belasan koperasi di Kabupaten Malang terancam bangkrut lantaran keuangan tak sehat, salah manajemen, dan pandemi corona

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Pelatihan anggota koperasi di Hotel Mirabel Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (06/07/2020). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Sebanyak belasan koperasi di Kabupaten Malang terancam bangkrut. Keuangan tak sehat hingga pandemi Covid-19 ditegarai jadi biang keladi kebangkrutan itu.

"Koperasi terkadang kepengurusannya yang tidak sehat. Seperti halnya pengurus koperasi itu mantan istri kepala desa. Kepala desa itu tidak jadi sehingga uangnya dibawa atau dipinjam," ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki seusai acara pelatihan anggota koperasi di Hotel Mirabel Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (06/07/2020).

Wanita yang akrab disapa Pantja ini tak menampik isu kebangkrutan 11 koperasi di Kabupaten Malang. Pantja tak bisa menjelaskan secara detail lokasi sebaran 11 koperasi yang terancam bangkrut.

"Sebarannya sih di seluruh Kabupaten Malang," tutur Pantja.

Banyak faktor yang melatarbelakangi kebangkrutan koperasi.

Pantja menganalisa, sistem manajemen yang buruk juga jadi biang kerok.

"Mereka (koperasi) yang bangkrut tidak ada  RAT (Rapat Anggota Tahunan) selama 2 tahun berturut-turut. Namun kami akan lakukan pembinaan," beber Pantja.

Namun, jika manajemen masih tak becus, Pantja menerangkan tidak ada pilihan lagi, selain pembubaran koperasi.

"Dan itu jika kepengurusannya tidak aktif maka kita bubarkan," beber Pantja.

Masih ada secercah harapan bagi belasan koperasi yang terancam bangkrut itu.

Karena, Dinas Koperasi masih berupaya melakukan pendampingan.

"Jika bisa kita bina ya kita bisa, kita perbaiki AD/ART itu ada pendampingannya. Lalu ada penilaian," ungkap Pantja.

Pantja menyebut koperasi sejatinya masih eksis.

"Dinas Koperasi mencatat saat ini ada 1.722 koperasi yang aktif di Kabupaten Malang. Sedangkan yang terdampak COVID-19 tidak sampai 50 an koperasi," ungkap Pantja.

Di sisi lain, Bupati Malang Bupati Malang, Muhammad Sanusi justru punya berbeda.

Pengusaha tebu asal Gondanglegi ini mengungkapkan jika koperasi semakin maju.

"Koperasi ini adalah perkumpulan sekelompok orang sehingga terjadi kolaborasi potensi diantara mereka," ujar Sanusi.

Sanusi ingin memulihkan perekonomian dengan mengembangkan koperasi, UMKM dan IKM.

"Kami akan bantu pemasaran poduksi lingkup dalam Provinsi maupun luar Provinsi," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved