Remaja 14 Tahun Nekat Lompat dari Gedung Sekolah, Usai Ditampar Sang Ibu di Depan Teman Sekelas

Remaja 14 tahun nekat lompat dari lantai 5 gedung sekolah setelah dimarahi dan ditampar sang ibu di hadapan teman-teman sekelasnya berujung petaka.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
China Press
Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun di Wuhan, China melompat hingga meninggal dari lantai 5 gedung sekolahnya, setelah ibunya menamparnya di depan teman-teman sekelasnya. 

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi

SURYAMALANG.COM - Remaja 14 tahun nekat lompat dari lantai 5 gedung sekolah setelah dimarahi dan ditampar sang ibu.

Tak kuasa menahan malu saat di permalukan sang ibu di hadapan teman-teman sekelasnya aksi bocah ini berujung petaka.

Remaja yang masih duduk di bangku SMP ini tewas usai dimarahi hingga ditampar oleh ibu kandungnya di tempat umum.

Mendidik anak memang bukan perkara mudah sebagai orangtua, sesekali bersikap keras memang perlu, namun bukan berarti sampai menghancurkan sang anak.

Kekerasan fisik yang disertai dengan kekerasan verbal dapat menghancurkan mental seorang anak.

Ilustrasi kekerasan pada anak
Ilustrasi kekerasan pada anak (Shutterstock via Kompas)

Anak bisa tumbuh menjadi pribadi dengan perangai buruk, atau bahkan melakukan tindakan nekat.

Seperti kasus yang terjadi pada siswa SMP di Wuhan, China ini.

Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun nekat lompat dari lantai 5 gedung sekolah tempatnya belajar.

Inisden tragis ini terjadi usai sang siswa dimarahi dan di tampar oleh ibunya di hadapan teman-teman sekelasnya.

Melansir Suar.id: 3 Menit Usai Ditampar Ibunya di Hadapan Teman-Teman Sekalasnya, Bocah SMP Nekat Menjatuhkan Diri dari Lantai 5 Gedung Sekolahnya, dari China Press (29/9), siswa itu dipergoki guru saat bermain poker dengan teman sekelasnya.

Pihak sekolah pun langsung mengambil tindakan dan memanggil orangtua mereka.

Sementara orangtua berbicara dnegan guru, mereka diminta berdiri di koridor sebagai hukuman.

Dalam rekaman CCTV, saat ibu dari siswa yan tak disebutkan namanya itu tiba, ia terlihat sangat marah.

Ibunya langsung memarahinya di koridor, bahkan menamparnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved