Breaking News:

HUT Harian Surya 31

Dari Masker Kain Tenun, Pemkot Kediri Bangkitkan Perekonomian Masyarakat di Masa Pandemi

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, menjelaskan di awal pandemi Covid-19 membuat pemerintah Kota Kediri sempat gagap

Penulis: Didik Mashudi | Editor: isy
didik mashudi/suryamalang.com
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam keseharian selalu memakai masker dari bahan kain tenun ikat. 

Namun masalahnya, rumahnya tidak layak untuk melakukan isolasi mandiri sehingga justru membahayakan bagi masyarakat jika difungsikan untuk isolasi mandiri.

"Kami namakan Rumah Sakit Kilisuci mengambil kearifan lokal menjadi tempat isolasi. Karena sebelumnya tidak ada rumah sakit lapangan," ungkapnya.

Karena di awal pandemi Covid 19, banyak sekali warga Kota Kediri yang bekerja di pabrik rokok Tulungagung yang positif Covid 19 sehingga diisolasi di RS Kilisuci.

"Ternyata banyak orang yang memilih isolasi mandiri di RS Kilisuci. Karena di rumahnya banyak keluarganya yang comorbit, sehingga rumah sakit dapat dimanfaatkan dengan baik," jelasnya.

Saat ini, Pemkot Kediri telah mengusulkan RS Kilisuci menjadi rumah sakit lapangan yang bisa memback-up perawatan pasien yang terkena Covid 19. 

Sementara dalam penanganan Covid 19, Pemkot Kediri juga menghimpun sejumlah lembaga amal yang diberi nama Si Jamal.

Melalui Si Jamal dapat memberikan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak. 

"Termasuk di awal pandemi, melalui Si Jamal dapat membantu warga satu kampung yang menjalani isolasi mandiri," jelasnya.

Pemkot Kediri juga memberikan kartu Sahabat kepada masyarakat terdampak Covid 19.

Kartu Sahabat juga berfungsi sebagai jaring pengaman sosial bagi warga terdampak dengan anggaran dari pemerintah daerah. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved