Breaking News:

Berita Tulungagung Hari Ini

Organ Intim Siswi SMP Tulungagung Luka Seusai Kenalan dengan Playboy Facebook, Main 5 Ronde di Hotel

Organ Intim Siswi SMP Tulungagung Luka Setelah Kenalan dengan Playboy di Facebook, Diajak ke Hotel

IST
Ilustrasi 

"Berdasarkan keterangan awal diduga pelaku 10 orang dengan lima TKP," kata Sumarjaya daat dihubungi, Selasa (20/10/2020).

Sumarjaya mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dan mencari para pelaku pencabulan ini.

Pencabulan itu diduga dilakukan para pelaku pada 11 Oktober 2020.

Kejadian pertama diduga dilakukan enam orang di Penarungan, Buleleng.

Kejadian kedua sampai kelima terjadi di Alasangker, Buleleng, dengan waktu dan tempat berbeda.

Sumarjaya menjelaskan, kasus ini terungkap setelah korban dikabarkan hilang pada Minggu (11/10/2020).

Korban pulang ke rumah pada Rabu (14/10/2020).

Saat tiba di rumah, korban seperti mengalami depresi dan tertekan.

Orangtua pun menanyakan kondisi korban.

Korban mengaku telah diperkosa 10 orang.

Keluarga lalu melaporkan kasus itu ke polisi. (Kompas.com)

Ilustrasi
Ilustrasi (IST)

Siswi SMA Diperkosa di Kebun

Korban pemerkosaan siswi SMA di Kabupaten Sikka menggugat Kapolri dan Kapolres Sikka ke Pengadilan Negeri Maumere.

Cewek SMA berinisial EDJ ini dalam proses gugatannya dibantu 13 advokat.

Adapun gugatan telah dimasukkan ke Pengadilan Negeri Maumere dengan nomor register : 134/Sk/PDT/9/2020/PN.Mme, Senin (21/9/2020).

Keluarga EDJ melalui 13 kuasa hukum yang tergabung dalam Tim Advokasi Hukum Kemanusiaan (TAHK) menggugat Kapolri dan Kapolres Sikka karena dinilai melakukan pembiaran dalam penanganan kasus pemerkosaan yang menimpa EDJ.

Ketua TAHK Yohanes Dominikus Tukan mengatakan, kasus itu telah dilaporkan pada 2016.

Namun, hingga kini kasus pemerkosaan terhadap cewek SMA tersebut tak jelas.

Selain itu, saat pelaporan dilakukan, polisi telah menahan terlapor berinisial JLW, tetapi dilepaskan polisi dan hingga kini JLW bebas berkeliaran.

"Dasar pertimbangan melakukan gugatan adalah kepolisian sempat menahan pelaku selama tiga minggu, tetapi kemudian dibebaskan," ungkap Yohanes dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (14/10/2020).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Wahyu Agha Septyan menjelaskan, pihaknya sudah menangani kasus pemerkosaan tersebut sejak dilaporkan.

Namun, terkendala petunjuk jaksa yang belum lengkap.

"Kami sudah gelar kembali kasus ini guna diproses dan mendapat kepastian hukum."

"Kami sudah alihkan kasus ini dari yang sebelumnya ditangani Polsek Paga ke polres supaya kasus ini lebih cepat tuntas," ucap Wahyu kepada Kompas.com melalui sambungan telepon.

Kasus pemerkosaan yang menimpa EDJ, warga Kecamatan Paga, terjadi pada 23 April 2016 atau empat tahun silam ketika korban masih berstatus sebagai anak di bawah umur.

Kejadian itu bermula sekitar pukul 16.00 Wita, korban hendak mencari kayu api di kebun milik orangtuanya yang berjarak sekitar 150 meter dari rumahnya.

Setibanya di kebun, korban bertemu dengan JLW.

JLW kemudian berjalan mendekati korban sambil menawarkan uang kepada korban.

Namun, korban menolak uang tersebut.

Karena melihat kondisi kebun yang sepi, JLW akhirnya melancarkan aksinya. (Kompas.com)

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved