Penanganan Covid
Update Zona Merah Jatim Jumat 11 Desember 2020: Jember, Kota Probolinggo dan Kota Blitar Zona Merah
Berikut update zona merah Jatim hari ini Jumat 11 Desember 2020 termasuk zona-zona lain termasuk Kota Surabaya, Malang dan Batu.
Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
34. Kabupaten Jombang
35. Kota Batu
- Daftar zona kuning (daerah dengan risiko rendah penularan Covid-19 di Jatim) Jumat 11 Desember 2020
Nihil
- Daftar zona hijau (daerah tidak terdampak Covid-19) Jumat 11 Desember 2020
Nihil
Baca juga: Bupati Lumajang Positif Covid-19, Minta Doa dan Maaf ke Masyarakat Sambil Gambarkan Kondisi Terkini
Baca juga: Wali Kota Malang dan Sekda Langsung Gowes Pagi Tinjau Proyek Pembangunan, Setelah Negatif Covid-19
- Berita terkait virus corona di Jawa Timur:
1. Bu Dokter Hamil 7 Bulan Meninggal Dunia karena Covid-19, Bertugas di UGD Rumah Sakit di Ponorogo

Seorang bu dokter yang tengah hamil di Ponorogo meninggal dunia setelah terpapar Covid-19, Jumat (11/12/2020).
Bu dokter bernama Novita Rachmawati itu meninggal bersama janinnya yang berusia 7 bulan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini menjelaskan dokter umum yang bertugas di RS Muslimat Ponorogo tersebut mulai merasakan gejala pada 1 Desember 2020 dan dirawat di rumah sakit.
Lalu pada tanggal 4 Desember dilakukan tes swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) dan hasilnya keluar pada tanggal 5 yang menunjukkan dokter Novita positif Covid-19.
"Setelah tahu hasilnya positif, beliau dirujuk ke rumah sakit di Surabaya," ucap Irin, sapaan akrab Rahayu Kusdarini, Jumat (11/12/2020).
Ia dirujuk ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair.
"2 hari yang lalu, janin yang ada di dalam kandungannya meninggal dunia," ucap Irin.
"Ternyata beliau tadi pagi menyusul putranya untuk menghadap Allah swt, sekitar pukul 04.30 WIB," jelasnya.
Sebagai dokter umum, Irin menjelaskan, dokter Novita bekerja di Unit Gawat Darurat (UGD).
Sehingga ia menangani pasien-pasien yang masuk dengan diagnosa yang belum jelas.
"Kita tidak bisa memastikan tertularnya dimana, karena virus tidak kelihatan," ucapnya.
"Dokter itu kontak dengan banyak orang dimana saja, bisa saja dari pasien bisa saja dari temannya, atau dari keluarganya kita tidak tahu secara pasti," pungkasnya. (Sofyan Arif Candra)
2. RSUD Mardi Waluyo Tidak Menerima Rujukan Pasien Covid-19, Ruang Isolasi Over Kapasitas

Ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar over kapasitas.
Untuk sementara, RSUD Mardi Waluyo tidak menerima rujukan pasien Covid-19.
"Mulai kemarin, kami membuat pemberitahuan untuk sementara tidak melayani rujukan pasien Covid-19. Karena ruang isolasi melebihi kapasitas," kata Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Herya Putra, Jumat (11/12/2020).
Herya mengatakan kapasitas ruang isolasi di RSUD Mardi Waluyo hanya 35 tempat tidur.
Sekarang, jumlah pasien yang dirawat ada 36 pasien.
"Kebijakan ini sifatnya situasional. Kalau ada pasien yang kondisinya baik dan boleh pulang, kami akan menerima lagi rujukan pasien Covid-19," ujarnya.
Dikatakannya, hasil rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, ada beberapa langkah yang diambil terkait penanganan pasien Covid-19.
Salah satunya, Dinkes akan menjadikan rumah sakit swasta sebagai rumah sakit darurat untuk penanganan pasien Covid-19.
"Tapi, kami harus mengatur alur keluar masuk pasien," katanya.
Selain itu, kata Herya, pasien Covid-19 yang kondisinya membaik tapi masih butuh isolasi akan dialihkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah atau di rumah isolasi dan rumah sakit darurat.
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat ruang isolasi di RSUD penuh, yaitu, semakin meningkatnya tracing yang dilakukan Satgas Covid-19.
Dari hasil tracing itu, banyak kasus baru yang ditemukan. Sehingga jumlah kasus baru mengalami peningkatan belakangan ini. (Samdul Hadi)
Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).