Breaking News:

Muhammadiyah Desak Komnas HAM Ungkap Aktor Intelektual Penembakan Laskar FPI Pengawal Rizieq Shihab

Pernyataan sikap Muhammadiyah ini disampaikan terkait tewasnya 6 anggota Laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab yang terjadi di Tol Cikampek

Editor: Bebet Hidayat
Tribunnews
Muhammadiyah Desak Komnas HAM Ungkap Aktor Intelektual Penembakan Laskar FPI Pengawal Rizieq Shihab 

SURYAMALANG.COM, YOGYAKARTA - PP Muhammadiyah mendesak agar Komnas HAM mengungkapkan aktor intelektual di balik insiden penembakan Laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab.

Pernyataan sikap Muhammadiyah ini disampaikan terkait tewasnya 6 anggota Laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin (7/12/2020) dini hari.

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Trisno Raharjo mengatakan, setelah mempelajari keterangan pers Komnas HAM RI Nomor 003/Humas/KH/I/2021 tertanggal 08 Januari 2021 tentang peristiwa kematian 6 (enam) anggota Laskar FPI yang terjadi pada tanggal 6 dan 7 Desember 2020, PP Muhammadiyah mengeluarkan enam pernyataan terkait hal itu.

1. Mendukung temuan Komnas HAM yang menyatakan enam orang laskar FPI yang meninggal dunia tersebut terjadi dalam dua peristiwa yang berbeda, yakni dua orang meninggal pada peristiwa saling serempet mobil dan serang antara petugas negara dan anggota laskar FPI dan empat orang meninggal akibat penguasaan petugas resmi negara yang terjadi di Kilometer 50 Tol Cikampek dan ini disebut oleh Komnas HAM sebagai peristiwa pelanggaran HAM dan mengindikasikan telah terjadi unlawful killing (pembunuhan di luar jalur hukum).

6-sikap-pp-muhammadiyah-soal-temuan-komnas-ham-terkait-kematian-6-laskar-fpiPimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik dan Hukum dan HAM mengeluarkan pernyataan soal kematian enam anggota laskar FPI (Sumber: YouTube PP Muhammadiyah)

Baca juga: Kronologis Roland Sumarno Hilang Terbawa Longsor -Arus Sungai di Depan Rumahnya di Bunul Kota Malang

2. Mendukung empat rekomendasi Komnas HAM untuk dilanjutkan ke ranah penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana untuk mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan.

“Karena itu, pembunuhan terhadap terutama empat anggota laskar FPI seharusnya tidak sekadar pelanggaran HAM biasa melainkan termasuk kategori pelanggaran HAM berat,” ujarnya, Senin (18/1/2021).

3. Mendesak Komnas HAM untuk mengungkap fakta-fakta dalam kasus ini secara lebih mendalam, investigatif, dan tegas karena tugas penyelidikan yang telah berjalan terkesan tidak tuntas dalam pengungkapannya termasuk pengungkapan aktor intelektual di balik penembakan tersebut.

4. Meminta Presiden Jokowi selaku kepala negara dan kepala pemerintahan untuk mendukung poin ketiga serta memberikan perintah secara tegas kepada pihak yang berwenang untuk mengungkap aktor intelektual di balik penembakan tersebut.

5. Mendukung Presiden Jokowi menuntaskan janji-janjinya untuk menuntaskan sejumlah pelanggaran HAM yang selalu berakhir tidak tuntas seperti kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, Siyono, dan pembunuhan terhadap sejumlah aktivis lingkungan hidup dan korban kriminalisasi warga oleh perusahaan Tambang.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved