Breaking News:

5 Kejanggalan Kasus Sate Beracun, Anak Driver Ojol Tewas Usai Buka Puasa, Musibah Order-an Offline

Simak 5 kejanggalan kasus sate beracun, anak driver ojol tewas usai buka puasa, musibah order-an offline yang tak diduga

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda/Canva.com
Bandiman driver ojol yang anaknya tewas setelah makan sate beracun (kiri) dan ilustrasi sate (kanan) 

"Dia minta tolong antarkan paket ke daerah Kasihan ke pak Tomy. Saya bilang, pakai aplikasi saja. Terus mbaknya alasannya gak ada aplikasi Ojol," jelasnya.

2. Pakai nama Pak Hamid  

Tanpa curiga, sore itu juga Bandiman bergegas menuju rumah penerima paket yang berada di daerah Kasihan, Kabupaten Bantul.

"Dia minta offline, ya saya antarkan ke penerima tersebut" ucapnya. 

Bukan menyebut namanya, si perempuan justru meminta Bandiman mengatakan jika paket makanan tersebut dari seorang pria bernama Pak Hamid. 

"Perempuan itu berpesan, pengirim atas nama pak Hamid," ungkap Bandiman.

3. Penerima tidak merasa memesan makanan 

Sesampainya di rumah tujuan penerima paket, Bandiman lalu menelepon ke nomor kontak bernama Tomy yang diberikan oleh perempuan yang ia temui di masjid.

Telepon Bandi pun direspon oleh Tomy. Namun terjadi proses konfirmasi yang cukup lama karena keluarga Tomy merasa tidak memesan makanan apa pun pada hari itu.

"Saya tanya, lah ini paket sudah sampai alamatnya bener, nomornya bener kok ndak diterima. Terus bapaknya bilang, udah dibawa kamu saja pak, buat buka puasa," terang Bandiman

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved