Breaking News:

OTT KPK Bupati Nganjuk

DAMPAK OTT Bupati Nganjuk, Pemkab Hentikan Mutasi Perangkat Desa, Ratusan Desa Kena Akibatnya

Pemkab Nganjuk memilih menghentikan proses pengisian perangkat di 116 Desa, Terlebih Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat telah jadi tersangka

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Dyan Rekohadi
KOLASE - nganjukkab.go.id
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat Resmi jadi tersangka kasus dugaan suap jabatan bersama beberapa camat dan ajudannya setelah OTT KPK dan Bareskrim Polri, Minggu (9/5/2021) 

Penulis : , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, NGANJUK - Operasi tangkap tangan (OTT) dari KPK dan Bareskrim Polri terhadap Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat dan beberapa Camat berdampak pada mutasi dan proses pengisian perangkat desa.

Pemkab Nganjuk memilih menghentikan proses pengisian perangkat di 116 Desa.

Terlebih Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat dan beberapa Camat telah resmi jadi tersangka untuk dugaan kasus suap jual beli jabatan, termasuk perangkat desa.

Wakil Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, diambilnya kebijakan menghentikan proses pengisian perangkat Desa dengan mengeluarkan surat edaran tersebut demi menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Nganjuk.

Penghentian tersebut dilakukan sampai ada keputusan kembali atas proses pengisian perangkat Desa.

"Kami berharap dengan keputusan ini semuanya bisa bersabar sampai kondisi memungkinkan untuk dilanjutkanya pengisian perangkat Desa," kata Marhaen Djumadi, Selasa (11/5/2021).

Marhaen Djumadi meminta doa kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk Bupati Nganjuk agar tabah dan kuat dalam menghadapi kasus yang menimpanya.

"Kami prihatin dan minta doa untuk mas Bupati nggih," ucap Marhaen Djumadi.

Terkait pejabat pengganti Bupati Nganjuk, menurut Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk masih menunggu petunjuk dari Gubernur Jawa Timur.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved