Breaking News:

Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Puasa Ramadan, Boleh Digabung, Pahalanya Tetap Puasa Syawal

Niat puasa Syawal sekaligus bayar utang puasa Ramadan, boleh digabung, pahalanya tetap puasa Syawal

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Canva.com
Ilustrasi wanita muslim berdoa: niat puasa Syawal sekaligus bayar utang puasa Ramadan 

Sementara, sebagian ulama menyatakan puasa Syawal sebaiknya dilakukan sejak tanggal dua Syawal

"Sebagian ulama menyatakan lebih baik mulai berpuasa pada dua Syawal, bila memungkinkan," ungkap ustaz Ferry Muhammadsyah. 

Namun, jika tidak memungkinkan, boleh dilaksanakan pada tanggal lain selama masih bulan Syawal.

"Misal kita mulai di tanggal tiga, mungkin pada tanggal satu dan dua Syawal saat hari raya kita banyak harus bersilaturahmi dan bermacam-macam kegiatan," terang Ferry.

Ustaz Ferry Muhammadsyah juga menerangkan sebagian ulama menganjurkan puasa Syawal selama enam hari sebaiknya dilakukan secara berturut-turut.

Kendati demikian, dibolehkan juga puasa dilakukan secara berselang-seling.

"Misalnya kalau agak berat melaksanakan berturut-turut, boleh melaksanakan tidak berturut-turut," jelasnya.

"Barangkali di minggu pertama bulan Syawal puasa pada Senin dan Kamis, kemudian di minggu kedua di hari Senin dan Kamis lagi," imbuh ustaz Ferry.

Puasa Syawal, kata ustaz Ferry, juga dibolehkan untuk digabung dengan puasa Senin Kamis.

Mengutip Lembaga Fatwa Mesir dari Kompas.com, ulama Mesir Dr. Ali Jumah Muhammad menuturkan bahwa ulama fiqih membolehkan untuk menggabungkan utang puasa dengan puasa sunah lainnya.

Namun, niat yang dilakukan adalah niat mengganti utang puasa.

Bagi perempuan yang memiliki utang puasa Ramadan lantaran uzur atau karena suatu hal, dapat menggantinya bersamaan dengan puasa Syawal.

Mereka yang menggabungkan puasa Syawal dengan puasa untuk mengganti utang puasa Ramadan tetap akan mendapat pahala kesunahan puasa Syawal.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam as-Suyuti dalam al-Asybah wa an-Nadhairi.

“Jika seseorang mengganti puasa Ramadhan, puasa nazar, atau puasa kafarat pada bulan Arafah dan menggabungkannya dengan niat puasa Arafah, maka al-Barizi berfatwa bahwa hal itu sah dan dia mendapatkan pahala keduanya.” dikutip dari KompasTV.com artikel 'Bolehkan Menggabungkan Puasa Syawal dan Mengganti Utang Puasa Ramadan? Begini Penjelasannya'.

Kebakaran Jelang Salat Idul Fitri, Jadi Peristiwa Kebakaran Kelima Selama Bulan Mei 2021 di Gresik

Ilustrasi gambar kumpul keluarga saat Idul Fitri: kapan mulai puasa Syawal
Ilustrasi gambar kumpul keluarga saat Idul Fitri: kapan mulai puasa Syawal (Canva.com)

Meski dibolehkan, ar-Ramli dalam Nihayatul Muhtaj berpendapat bahwa mereka hanya mendapatkan pahala kesunahan dari puasa enam hari Syawal, bukan pahala utama yang sempurna, yakni pahala puasa setahun penuh.

"Jika seseorang mengganti (qadla) puasa Ramadhan, nazar, atau lain sebagainya, pada bulan Syawal atau Asyura maka ia mendapatkan pahala keduanya. Hal itu sesuai dengan fatwa al-Walid, mengikuti fatwa al-Barizi, al-Ashfuni, an-Nasyiri, Ali bin Shalih al-Hadhrami, dan lain-lain. Tapi, ia tidak mendapatkan pahala secara sempurna."

Penulis: Sarah Elnyora/ SURYAMALANG.COM

Ikuti berita kapan mulai puasa Syawal, puasa Syawal dan Idul Fitri lainnya. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved