Inspirasi Usaha

Menengok Kampung Nila Slilir Sukun Malang, Penjualan Lewat Online dan Menyasar End User

Kampung Nila Slilir di Jalan Pelabuhan Tanjung Priok Malang dikenal sebagai kampung yang mengembangkan ikan nila merah dengan sistem bioflok

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
sylvianita widyawati/suryamalang.com
Pemberian ikan nila merah di Kampung Nila Slilir di Kelurahan Bakalankrajan, Sukun, Kota Malang, Selasa (22/6/2021). 

Lahan sempit tapi ikannya bisa banyak, hemat air. 

Sejak tebar sampai panen ikan nila, airnya terus dipakai.

Kadang diputar ke kolam lainnya dan tak berbau.

"Ini ramah lingkungan," jawabnya.

Saat ini jumlah kolam ada 58 dari 37 petani.

Kolam berdiameter dua meter, bisa ditebar 350 ekor ikan nila.

Diameter tiga meter, bisa ditebar 700 sampai 900 ekor.

Sedang kolam diameter empat meter, bisa menebar 1000 sampai 1200 ekor. 

Untuk ikan nila ukuran 100 gram, maka bisa dipanen pada empat sampai lima bulan panen.

Kini sedang disimulasikan untuk ikan nila ukuran agak besar agar 1 kg bisa berisi dua ekor serta berhitung biaya produksinya.

"Kolam ini nanti akan dipanen pada akhir Agustus 2021," tunjuknya pada kolam yang berisi ikan nila ukuran agak besar.

Dijelaskan, pemasaran ikan nila merah lewat online seperti IG dan FB menyasar end user.

"Kami menghindari tengkulak," tegasnya.

Maka ada tim pemasaran sendiri.

Kolam ikan pada bagian atas dilengkapi penutup jaring menghindari ikan meloncat dari kolam.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved