Berita Malang Hari Ini

Dewan Komentari Rencana Penyaluran Bansos PPKM Darurat Pemkab Malang

DPRD Kabupaten Malang turut memantau bantuan sosial (bansos) yang akan disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
Polres Trenggalek
Ilustrasi - Anggota Polres Trenggalek menyerahkan bansos berupa paket kebutuhan pokok ke rumah salah satu warga, Senin (12/7/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - DPRD Kabupaten Malang turut memantau bantuan sosial (bansos) yang akan disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, M Saiful Efendi menjelaskan bansos kemungkinan akan diberikan jika PPKM Darurat jadi untuk diperpanjang.

Saiful menyatakan akan  melakukan hearing terkait rencana bansos tersebut.

"Rencana ada meskipun hearing masih belum dijadwalkan. Apalagi jika PPKM Darurat jadi diperpanjang. Kalau kondisi seperti ini, sepertinya ya bakal diperpanjang," terang Saiful ketika dikonfirmasi.

Terkait perpanjangan PPKM Darurat, Saiful sebagai wakil rakyat menunggu instruksi apapun dari pemerintah pusat.

Saiful pun tak menampik keputusan PPKM Darurat juga dilakukan demi menyelamatkan nyawa masyarakat.

"Artinya kami menunggu instruksi Pemerintah Pusat. Karena penyebaran Covid-19 juga masih melonjak," terangnya.

Di sisi lain, sebelumnya Bupati Malang, Muhammad Sanusi memberikan penjelasan singkat ketika ditanya realisasi bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak PPKM Darurat.

Ketika dikonfirmasi, Sanusi menerangkan jika Pemkab Malang masih menunggu sebuah petunjuk.

"Nunggu petunjuknya dari atas," ujar Sanusi ketika dikonfirmasi.

Sanusi juga tidak menerangkan secara gamblang mengenai jumlah sasaran penerima bansos terdampak PPKM Darurat.

"Sasarannya sesuai data yang data. Tunggu, itu ada di dinas sosial. Ada datanya semua," bebernya.

Sementara itu, pedagang yang sedang terdampak dan merugi karena PPKM Darurat juga belum mendapatkan solusi dari Pemkab Malang.

"Ganti rugi sementara tidak ada," kata pemenang Pilkada Malang 2020 itu.

Di sisi lain, Sanusi mengungkapkan saat ini Pemkab Malang baru saja menyelesaikan fokus pekerjaan pengadaan safe house atau tempat isolasi terpadu bagi warga terpapar Covid-19.

"Safe house sudah kami tinjau. Setiap kecamatan ada 30 bed. Jadi semua seluruh Kabupaten Malang bisa 1000 bed. Gedung sekolah atau gedung desa. Nakesnya dari puskesmas setempat," jelasnya.

Pada percepatan vaksinasi Pemkab Malang masih memiliki pekerjaan rumah dalam pemenuhan kebutuhan vaksin.

"Pengajuan vaksin, jadi vaksin itu bukan kekurangan. Kami didrop sesuai jatahnya. Jatahnya Kabupaten Malang itu 1,7 juta dosis vaksin. Belum tau (kapan datang) kalau menurut kementrian itu segera," tutup Sanusi sembari memasuki kendaraan dinasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved