Pilpres 2024

Jenderal Andika Perkasa Jadi Bakal Capres Partai Nasdem Bersama Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengumumkan tiga nama figur Capres di agenda penutupan Rakernas NasDem, di Jakarta Convention Center (JCC),

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Dyan Rekohadi
Tangkap layar akun Youtube Kompas TV
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengumumkan 3 nama; Ganjar Pranowo, Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres) 2024 yang bakal diusung partainya, Jumat (17/6/2022) 

Di mana dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai NasDem yang digelar pada Kamis (16/6/2022) ini, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah dominan diusulkan DPW Partai NasDem.

Jika ditotal ada 32 DPW Nasdem yang menjagokan orang nomor satu di DKI Jakarta itu maju sebagai Presiden.

Disusul nama Ganjar Pranowo dengan total 29 DPW NasDem yang mengusulkan nama politisi PDIP tersebut.

Selanjutnya ada nama Menteri BUMN Erick Thohir yang diusung oleh 16 DPW NasDem.

Tak hanya itu, terdapat juga beberapa nama dari dalam kader NasDem yang diusulkan oleh DPW.

Beberapa nama yang dimaksud yakni, Rachmad Gobel diusulkan dari 14 DPW NasDem; Ketua Umum Partai Surya Paloh; Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo serta Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni.

 

Pengakuan Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan dirinya belum ada komunikasi dengan Partai Nasdem soal Pilpres 2024.

Meskipun sebelumnya DPW Partai Nasdem banyak yang memilih Ganjar untuk diusung menjadi Capres.

Ganjar pun menyebut akan menghormati keputusan politik dari Partai Nasdem tersebut.

"Enggak ada (komunikasi dengan Nasdem), ya kita saling menghormati saja dari mereka membuat keputusan politik saya kira kita menghormati," kata Ganjar dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (17/6/2022).

Lebih lanjut Ganjar kembali menegaskan bahwa dirinya adalah kader PDI Perjuangan.

Selain itu, Ganjar menyebut PDI Perjuangan memiliki mekanismenya sendiri dalam pemilihan Capres dan Cawapres untuk Pilpres 2024 mendatang.

"PDI Perjuangan mempunyai mekanisme sendiri dan saya adalah kader PDI Perjuangan," tegasnya.

Untuk itu Ganjar memilih untuk saling menghormati mekanisme masing-masing partai politik.

"Maka mekanisme partai sama-sama kita hormati. Toh kita semua berpikir kalau mau membangun bangsa bareng-bareng, ya institusi partai politik memang sumbernya jadi kita saling menghormati," pungkasnya.

 

 

 

 

*Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved