TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA
Autopsi Jenazah Aremanita Pada 5 November 2022 di Wajak, Ekhumasi Pertama Korban Tragedi Kanjuruhan
Autopsi pertama korban tragedi Kanjuruhan akan dilakukan untuk jenazah Aremanita Natasya Debi Ramadhani dan Nayla Debi Anggraeni di Wajak Malan
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
Tapi nampaknya jalan terjal harus dihadapi warga Bululawang itu agar proses autopsi kedua anaknya terwujud.
Ia harus melalui dan menghadapi tekanan psykis justru karena menyatakan siap beri izin autopsi.
Hingga akhirnya insiden pencabutan kesediaan autopsi dilakukan Athok pada 17 Oktober lalu.
Beruntung, TGIPF tragedi Kanjuruhan dan Komnas HAM bergerak dan melakukan pendekatan langsung pada Devi Athok.
Dukungan dan penjelasan dari TGIPF dan Komnas HAM akhirnya membuat Devi Athok kembali yakin untuk mengajukan autopsi.

Berikut ini isi lengkap surat pengajuan autopsi Devi Athok, ayah 2 Aremanita Korban Tragedi Kanjuruhan :
Dengan Ini Saya menyatakan
1.Mencabut surat penyataan tentang pencabutan kesediaan dilakukan autopsi terhadap anak saya Natasya Desi Ramadhani dan Naila Debi Anggraeni per tanggal 17 Oktober 2022
2.Saya bersedia kembali untuk dilakukan otopsi terhadap Natasya Desi Ramadhani dan Naila Debi Anggraeni seperti surat pernyataan yang saya buat tertanggal 10 Oktober 2022.
3. Saya sampaikan, surat pernyataantertanggal 17 Oktober 2022 dikarenakan saya mendapatkan tekanan secarapsykis sehingga saya membuat pencabutan dalam keadaan tertekan dan bingung
Demikian surat pernyataan kesediaan kembali dilaksanakan otopsi terhadap anak saya Natasya Desi Ramadhani dan Naila Debi Anggraeni saya buat dalam keadaan sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun juga.
Segala sesuatu yang berhubungan dengan permasalahan hukum dengan saya, saya serahkan kepada penasehat hukum saya selaku Ketua TATAK, Bapak Imam Hidayat
Demikian setelah saya buat pernyataan ini, saya dan keluarga meminta perlindungan LPSK
Malang 22 Oktober 2022