Berita Malang Hari Ini

BMKG Beberkan Potensi Gempa Bumi Darat di Malang dan Malang Raya, Pernah Terjadi 2 Kali

BMKG membeberkan potensi terjadinya gempa tektonik darat akibat aktivitas pergerakan sesar di Jawa Timur bagian Selatan termasuk Malang Raya.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: rahadian bagus priambodo
Korem 083 Baladhika Jaya
ILUSTRASI - Personel Korem 083/Baladhika Jaya membersihkan puing bangunan rumah terdampak gempa di Malang. 

SURYAMALANG.COM|MALANG- BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates Malang membeberkan potensi terjadinya gempa tektonik darat akibat aktivitas pergerakan sesar di Jawa Timur bagian Selatan termasuk Malang Raya.

Secara kesejarahan, gempa darat pernah mengguncang wilayah Malang dua kali dalam 100 tahun terakhir.

"Secara kesejarahan kita pernah mencatat gempa darat di Malang pada tahun 1958 dan 1967 pada skala VIII MMI dan VIII-IX MMI. Gempa darat terjadi karena aktifitas sesar di daratan," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates Malang, Mamuri ketika dikonfirmasi.

Kendati gempa darat pernah terjadi, BMKG tidak menjelaskan dampak kerusakan akibat gempa darat di Malang puluhan tahun silam.

Mamuri menambahkan,pihaknya tengah mengindentifikasi adanya sesar yang sebelumnya belum diketahui.

BMKG menduga ada cukup banyak sesar di Jawa Timur bagian Selatan. Alhasil, penelitian mengenai jumlah sesar menurut Mamuri penting dilakukan.

"Sesar darat yang sementara terindentifikasi itu ada di Utara Jawa Timur. Kita juga banyak mencatat di Selatan Jawa Timur juga ada, namun juga banyak yang masih belum teridentifikasi," ungkap Mamuri.

BMKG menganalisa, dampak yang ditimbulkan akibat gempa darat lebih masih jika kedalaman episentrum gempa berada di kedalaman dangkal.

"Faktor kerusakan tergantung pada kedalamannya. Seperti lebih dari 300 kilometer tidak terlalu signifikan dirasakannya. Kalau seperti yang di Cianjur, sekitar 11 kilometer itu terasa kuat dirasakan," tuturnya.

Kata Mamuri, jenis gempa darat dan gempa laut adalah hal yang berbeda dari segi kekuatan dan dampak kerusakan yang ditimbulkan.

"Gempa laut dan gempa darat berbeda. Ibaratnya, gempa di laut harus kencang baru bisa dirasakan," ungkapnya.

Sementara itu, BMKG mengingatkan pemhaman mitigasi bencana gempa bumi darat perlu ditingkatkan.

Pasalnya, di sejumlah wilayah termasuk kota-kota besar di Jawa Timur berada di bawah sesar aktif.

"Berdasaran peta tektonik, yang menyebabkan gempa di darat itu ada di sesar Pati, Kendeng. Di Kendeng ada 6 segmen. Di antaranya berada di Demak, Purwodadi, Cepu, Jombang, Surabaya, Waru. Kemudian sesar Pasuruan, Probolinggo hingga bagian Timur Pulau Madura," ungkapnya.

Terakhir, BMKG menyatakan terus melakukan sosialisasi dan peringatan dini mitigasi gempa bumi darat yang bisa kapan saja menerjang.

"Gempa bumi belum bisa diprediksi. Sehingga kami sampaikan mitigasi persiapan seandainya ada gempa. Seperti rumah tahan gempa dan sebagainya," ungkapnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved