Fakta Lain Herman Moedji Susanto Diungkap Tiko, Sang Anak Sebut Ayahnya Tegas dan Mengayomi

Pulung Mustika Abima atau Tiko beber fakta lain Herman Modji Susanto yang telah meninggal pada 2015 lalu.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Tribunnews
Isi Pesan Herman Moedji Sebelum Tak Kembali, Janji Ayah Tiko Ini Tak Pernah Terwujud Selama 13 Tahun 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Inilah fakta lain Herman Modji Susanto yang diungkap oleh sang anak, Tiko.

Sosok Pulung Mustika Abima atau Tiko masih menjadi sorotan usai kisahnya merawat sang ibu yang depresi viral di media sosial.

Dengan kondisi Ibu Eny yang depresi, Pulung Mustika Abima atau Tiko merawat ibunya di rumah mewah yang terbengkalai tanpa aliran listrik dan air.

Terbaru, Tiko akhirnya kembali menjalin komunikasi dengan keluarga ayahnya yang sudah tidak ia temui selama belasan tahun.

Setelah kembali membuka komunikasi dengan keluarga ayahnya, kepingan ingatan Tiko akan sosok ayahnya kembali terangkai.

Ayah Tiko, Herman Modji Susanto, meninggalkan dia dan ibunya sejak 2010.

Semenjak ditiggal suaminya, lambat laun Eny pun menjadi depresi.

Beda Pengakuan Keluarga Heman Moedji dan Kerabat Ibu Eny, Fakta Tiko Bukan Anak Kandung Terjawab
Tiko bersama Ibu Eny dan Herman Moedji Susanto (SURYAMALANG.COM/Kolase Tribunnews)

Tiko akhirnya merawat Eny selama belasan tahun di rumah mewah tanpa aliran listrik dan air.

Ibu Eny disebut selalu menolak jika ada tetangga yang menawarkan uluran tangan.

Dalam ingatan Tiko yang mulai samar, Herman merupakan sosok ayah yang baik hati dan suka mengayomi.

Kendati suka mengayomi, Herman merupakan sosok ayah yang tegas.

“Ayah dulu itu sosok yang baik, suka mengayomi, cuma emang tegas,” kata Tiko.

Mengutip Kompas: Begini Sosok Ayah di Mata Tiko, Tegas dan Suka Mengayomi 

Berpisah tanpa pertengkaran Seorang kuli panggul bernama Agung Sunardi (60) menceritakan kisah saat Herman meninggalkan rumah mewahnya di Kompleks PLN, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, 13 tahun lalu.

Menurut Agung, tak terlihat ada konflik antara Herman dengan Eny saat itu.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved