Berita Malang Hari Ini

Sopir Angkot Tolak Rencana Penerapan Satu Arah di Kawasan Kayutangan, Minta Jalur Khusus

Para sopir angkot tetap menolak rencana penerapan satu arah di kawasan Kayutangan dan sekitarnya.

suryamalang.com/Benni Indo
Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono menyatakan, setelah menggelar rapat koordinasi dengan Forum Lalu Lintas di Kantor Dishub Kota Malang, ia menegaskan bahwa penolakan dari para sopir belum berubah. 

SURYAMALANG.COM |MALANG - Para sopir angkot tetap menolak rencana penerapan satu arah di kawasan Kayutangan dan sekitarnya.

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono menyatakan, setelah menggelar rapat koordinasi dengan Forum Lalu Lintas di Kantor Dishub Kota Malang, ia menegaskan bahwa penolakan dari para sopir belum berubah.

Meskipun di sisi lain juga ada opsi yang ditawarkan, yakni seperti memberikan jalur khusus bagi angkot.

Jalur khusus ini bisa diberikan kepada angkot agar tidak berubah jalur. Pasalnya, jika mengubah jalur, maka akan berbenturan dengan angkot dari jalur lainnya.

"Teman-teman masih menolak proses uji coba ini. Para sopir meminta agar ada jalur khusus untuk angkot, insha Allah teman-teman tidak ada masalah," kata Purwono, Rabu (25/1/2023).

Jalur husus tersebut akan membuat angkot bergerak melawan arah. Purwono tidak menampik jika hal tersebut terjadi. Katanya, pihak terkait tengah mengkaji hal tersebut.

"Iya melawan arah. Lebar angkot mungkin 2,5 meter. Jadi nanti diharapkan ada garis kuning dan pembatas sehingga aktivitas teman-teman angkot tidak berubah. Jika mengikut skema yang saat ini, akan ada benturan di delapan jalur. Kondisi itu rawan terjadi kekacauan sosial," paparnya.

Kami juga memberikan surat pemberitahuan kepada Polri terkait rencana aksi pada Jumat mendatang. Para sopir angkot akan melakukan aksi damai di depan Balai Kota Malang untuk menolak rencana kebijakan satu arah. 

"Teman-teman memahami permasalahan kemacetan. Makannya teman-teman dari forum masih mengkaji ketika diterapkan saran seperti itu, kerawanannya seperti apa?" jelasnya.

Sekretaris Dishub Kota Malang Slamet Santosa menjelaskan, jika pemberlakuan khusus tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan. Kondisinya sangat berbahaya jika ada kendaraan yang melawan arus atau contraflow.

"Dari kepolisian berpendapat itu sangat berbahaya sehingga tidak mungkin dilakukan. Jika jalur khusus itu diterapkan, biasanya juga ada kendaraan lain yang mengikuti di belakang," kata Slamet.

Dishub Kota Malang pernah memberlakukan kebijakan jalur khusus di kawasan Jalan MT Haryono. Hasilnya kurang efektif dan cenderung berisiko. Pasalnya, arus yang berlawanan membuat pengendara harus lebih berhati-hati.

"Kalau satu arah, sebaiknya ikut arus saja. Itu lebih baik," paparnya.

Solusi lain yang tengah dipertimbangkan Dishub Kota Malang adalah perubahan arah lalu lintas satu arah. Skema saat ini mengalirkan kendaraan dari arah Alun-alun Merdeka ke perempatan Rajabali. Lalu dari persimpangan kantor PLN ke perempatan Rajabali.

Kondisi itu mengakibatkan potensi terjadinya benturan delapan jalur angkutan kota. Jika arahnya diubah sebaliknya, dikatakan Slamet potensi benturan antar jalur angkot hanya terjadi di dua titik saja.

"Semuanya masih kami kaji," terangnya. (Benni Indo)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved