Berita Malang Hari Ini

Dosen ITN Malang, Vega Aditama Temukan Alat untuk Mitigasi Dampak Bencana Alam

Dosen Teknik Sipil ITN Malang, Vega Aditama ST MT sudah menghasilkan dua inovasi

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
dok.ist
Dosen muda ITN Malang, Vega Aditama ST MT sudah menghasilkan karya sebagai dosen di S1 Teknik Sipil sejak 2020. Sebagai tenaga ahli bidang teknik sipil, ada dua inovasi yang telah dibuatnya dalam pengembangan keilmuannya. Yaitu Strain Meter Nirkabel dan Alat Pendeteksi Longsor. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dosen Teknik Sipil ITN Malang, Vega Aditama ST MT sudah menghasilkan dua inovasi, yaitu Strain Meter Nirkabel dan Alat Pendeteksi Longsor.

Dua inovasi ini untuk mitigasi dampak bencana alam. Strain Meter Nirkabel dan Alat Pendeteksi Longsor mampu menekan kerusakan material yang berpotensi menyebabkan kematian.

Strain Meter Nirkabel berfungsi untuk mengetahui bangunan masih mampu bertahan akibat getaran oleh bencana alam atau tidak.

Sedangkan Alat Pendeteksi Longsor untuk mengetahui tingkat kerawanan tanah longsor.

"Teknologi bisa dipantau real-time (langsung) melalui perangkat handphone karena memanfaatkan teknologi arduino (robotik) dan komputer mini yang terhubung dengan internet,” kata Vega kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (26/1).

Vega mewujudkan idenya sejak berkarier sebagai dosen di ITN Malang tahun 2020.

Strain Meter Nirkabel juga bisa mendeteksi kondisi bangunan. Detektor ditanamkan di tulangan beton. Kemudian sensor akan mengirim kondisi terkini dari elastisitas tulangan tersebut.

Alat Pendeteksi Longsor berfungsi untuk mengecek kondisi kejenuhan tanah.

Menurutnya, tanah yang jenuh memiliki kandungan air berlimpah sehingga membuat tanah memiliki tingkat kerawanan longsor yang sangat tinggi.

"Saya memasang dua sensor di alat ini," imbuhnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved