Berita Malang Hari Ini

UTBK SNBT 2023 di UB Masih Ada Cek Suhu Peserta

Pelaksanakan hari pertama UTBK Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2023 di Universitas Brawijaya (UB) berlangsung lancar, Senin (8/5/2023).

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/sylvi
Suasana UTBK SNBT 2023 di Universitas Brawijaya (UB) pada hari pertama, Senin (8/5/2023) 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Pelaksanakan hari pertama UTBK Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2023 di Universitas Brawijaya (UB) berlangsung lancar, Senin (8/5/2023). Rektor UB Prof Widodo SSi MSi PhD Med Sc menyatakan sudah melakukan visitasi ke lokasi ujian.

Ditambahkan Wakil Rektor I UB Prof Imam Santoso MP, meski prokes tahun ini tidak seketat tahun lalu, tapi tetap ada pemeriksaan suhu tubuh.

"Terkait tren jumlah covid meningkat, maka prokes untuk memastikan bahwa calon mahasiwa kondisinya fit, kita tes suhu tubuh. Fakultas berkontribusi pada pemberian fasilitasnya. Lainnya kita mengikuti standar nasional," jelas Imam pada wartawan, Senin (8/5/2023). 

Peserta UTBK di UB tahun ini mencapai 21.960 orang atau naik 12,7 persen dibanding pada 2022 diikuti 19.487 orang.  Sedang jumlah pengawasnya ada 550. Sedang sebaran peserta UTBK diperkirakan sama dengan sebaran peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di mana paling banyak dari Jawa Timur dan disusul Jabodetabek.

"Pada SNBP lalu, pesertanya dari 30 provinsi di Indonesia," jawab Imam. Ia yakin yang mendaftar di UB juga berasal dari seluruh indonesia. Ditambahkan Rektor UB, yang ikut ujian di UB juga memilih PTN lainnya seperti di UIN dan Polinema. "Tadi pagi saat cek lokasi ujian, lancar sesuai harapan. Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan panitia, kami juga melakukan pemeriksaan peserta dengan metal detector unruk mencegah kecurangan," jawab Rektor.

Sebab UB berharap lewat kegiatan SNBT ini menjadi pintu masuk untuk merekrut calon mahasiswa yang berkualitas. "Meski UB di Malang, tetapi menjadi universitas yang bisa menjadi tempat tujuan belajar seluruh masyarakat Indonesia," papar Rektor. Apalagi UB menerapkan konsep pembelajaran inklusif dalam hal pemikiran agama, suku dan ras.

Serta inklusif untuk mereka yang memiliki perbedaan fisik atau difabel. "Sebisa mungkin kita beri fasilitas sehingga anak indonesia punya kesempatan yang  sama untuk bisa belajar di UB," jawabnya. Di UB ada 61 ruangan yang dipakai untuk pelaksanaan UTBK SNBT di UB.

Salah satu pemantau eksternal berasal dari perwakilan Panitia SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) Dr Tri Budi Santoso ST MT. Ia adalah Wakil Koordinator 1 Bidang Teknologi dan Sistem Informasi. Dijelaskan Tri Budi, ia melakukan peninjauan secara mandiri sebelum bertemu dengan pihak UB.

“Saya lihat UB sudah mempersiapkan secara matang. Mulai dari pintu masuk kita bertanya dengan sangat mudah mendapatkan informasi. Sebelum masuk ruang ujian juga ada da ruang transit, itu rapi sekali, nyaman. Yang lebih penting menenangkan bagi peserta,” kata dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ini.

Dikatakan, semua kampus penyelanggara UTBK ada pengawasan. Satu kampus ada satu orang pengawas ekternal. Ia akan bertugas dua hari sampai besok. Selanjutnya akan diganti lagi orang lain yang ia juga tidak tahu siapa. "Saran saya, yang sudah bagus dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan. Sehingga peserta lebih maksimal melaksanakan ujian demi mendapat talenta terbaik," kata dia.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved