Berita Batu Hari Ini

Kota Batu Dapat Bantuan dari Kementrian Pertanian untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian

Kota Batu sebagai wilayah dengan program prioritas pengembangan sektor pertanian yang tinggi, mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian

Penulis: Dya Ayu | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
Pengunjung sedang menikmati wisata petik apel di Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Kota Batu sebagai wilayah dengan program prioritas pengembangan dan peningkatan sektor pertanian yang tinggi, mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian RI. 

Kementerian Pertanian RI mengucurkan bantuan berupa cultivator dan powerspray.

Bantuan itu diberikan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya hortikultura dan apel sebagai produk unggulan Kota Batu.

Tidak hanya itu, Kementerian Pertanian juga akan memberikan sarana produksi untuk revitalisasi apel seluas 10 hektar dan 2 hektar untuk peremajaan tanaman apel yang telah berusia lebih dari 35 tahun di Kota Batu.

Kota Batu juga mendapat bantuan dari Badan Pangan Nasional berupa bantuan Cold Storage yang akan ditempatkan di Pasar Induk Among Tani Kota Batu.

“Berbagai bantuan ini sangat kami perlukan sesuai dengan kebutuhan para petani, guna mendorong peningkatan produktivitasnya. Dan kami berharap, sektor pertanian unggulan apel dan hortikultura, sebagai ikon Kota Batu dapat segera tumbuh dan berkembang lebih baik lagi," kata Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, Kamis (8/6/2023).

Seperti diketahui, setiap tahun luas lahan perkebunan apel di Kota Batu semakin berkurang. Berkurangnya lahan perkebunan apel di Kota Batu terjadi karena para petani apel memilih alih fungsi kebun mereka menjadi kebun sayur dan juga buah jeruk yang dinilai perawatannya lebih murah dan hasilnya lebih lumayan dibanding apel yang harganya sekarang semakin rendah ketika dijual ke tengkulak.

Dari data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu pada 2020 luas lahan perkebunan apel di Kota Batu seluas 1.200 hektar, pada tahun 2022 berkurang menjadi 1.092 hektar dan tahun 2023 ini turun menjadi 1.044 hektar.

Padahal buah apel merupakan ikon Kota Batu. Tentu dengan berkurangnya lahan perkebunan apel, berpengaruh pada produksi buah apel yang dihasilkan.(myu)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved