Berita Malang Hari Ini

Minat Masuk UM Lewat Seleksi Tes Jalur Mandiri Masih Tinggi

Minat peserta masuk Universitas Negeri Malang (UM) lewat tes masih tinggi, jika dilihat dari jumlah peminat atau peserta tes

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/sylvi
Ilustrasi peserta saat mengikuti tes lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) beberapa waktu lalu di lab di gedung GKB 19 Universitas Negeri Malang (UM). 

SURYAMALANG.COM, MALANG-Minat peserta masuk Universitas Negeri Malang (UM) lewat tes masih tinggi. Dalam Tes Mandiri Berbasis Komputer (TMBK) jumlah peminat atau peserta tes mencapai 4705 yang diadakan di empat titik. "Pelaksanaanya di Makassar, Jakarta dan Banjarbaru telah berjalan lancar sesuai jadwal. Sedang di UM sendiri, diadakan pada 20-22 dengan total lima sesi," jelas Dr Rizky Firmansyah, Kasubdit Seleksi UM pada suryamalang.com, Jumat (21/7/2023).

Untuk TMBK di UM, di setiap sesi mengisi 40 ruang ujian. "Alhamdullilah masih banyak yang ikut ujian," jawab dia. Untuk soal TMBK, UM membuat sendiri sebagaimana saat Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). "Sama halnya SNBT, soal TMBK di UM juga berupa tes skolastik, yaitu mengukur penalaran, logika, literasi matematik, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris," jelas dia. 

Dikatakan, di UM ada tim penyusun soal tersendiri. "Kita sudah melakukan workshop penyusunan soal sejak Februari hingga akhir Mei 2022. Lalu melakukan proses digitalisasi soal. Sehingga pada bulan Juni, aplikasi tes sudah siap dan tinggal dilakukan uji coba aplikasi dengan para teknisi ruang dan admin server," paparnya. Sehingga saat pelaksanaan tes pada Juli sudah diaplikasikan.

Tentang kuota di TMBK, ia menyebut bahwa ini merupakan jalur terakhir masuk UM. "Kami masih menunggu limpahan kuota dari semua jalur," jawabnya. Sebab bisa jadi ada yang tidak daftar ulang di jalur sebelumnya. Yang sebelum ini, ada seleksi mandiri dengan menggunakan nilai/skor UTBK. "Saat ini pada jalur yang lain masih menunggu proses pembayaran camaba selesai dulu," tambahnya.

Kalau ada yang tidak membayar, maka kursinya/kuotanya akan dilimpahkan ke TMBK. Sehingga yang diterima di TMBK bisa menjadi lebih besar. Mereka yang diterima di jalur mandiri dikenakan SPSA (Sumbangan Pengembangan Sarana Akademik) dan UKT. SPSA hanya dibayar sekali saat daftar ulang. Selanjutnya, di semester mendatang hanya membayar UKT.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved