Berita Malang Hari Ini

Mahasiswa UB Malang Demo untuk Sultan Ri'fat Alfatih, Korban PT Bali Towerindo Sentra Tbk.

Aksi ini untuk menuntut pertanggungjawaban bagi mahasiswa UB, Sultan Ri'fat Alfatih yang mengalami kecelakaan akibat kelalaian PT Bali Towerindo

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
sylvianita widyawati
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Brawijaya melakukan aksi simbolik di bundaran tugu Universitas Brawijaya (UB), Kamis sore (10/8/2023). Gambar tower itu dirukyah dengan air dan bunga. Aksi ini untuk menuntut pertanggungjawaban keadilan bagi mahasiswa UB Sultan Ri'fat Alfatih yang mengalami kecelakaan akibat kelalaian PT Bali Towerindo Sentra Tbk. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Resah  (Amarah) Brawijaya melakukan aksi simbolik di bundaran tugu Universitas Brawijaya (UB), Malang, Kamis sore (10/8/2023).

Aksi ini untuk menuntut pertanggungjawaban bagi mahasiswa UB, Sultan Ri'fat Alfatih yang mengalami kecelakaan akibat kelalaian PT Bali Towerindo Sentra Tbk.


Kejadian itu terjadi pada Januari 2023 lalu di Jakarta. Ada kabel yang menjuntai di jalan sejak pukul 17.00 sampai 23.00 WIB. Karena tidak segera ditangani, kabel menjuntai itu tersangkut di sebuah mobil yang melaju. Akibatnya kabel mengenai leher Sultan yang berada di belakang mobil itu. Ia dibawa ke RSUP Fatmawati untuk mendapatkan pertolongan pertama. Dokter saat itu memvonis jika tulang muda di tenggorokannya berantakan. 


Sampai saat ini, kondisi Sultan belum membaik setelah mencapai delapan bulan. Berat badannya juga turun. Dalam aksi simbolik itu, mahasiswa membawa gambar tower dengan tulisan segera tanggung jawab pada saudara kami, justise for Sultan. Secara bergantian, para mahasiswa menyiram gambar tower itu dengan air bunga. 


Axel Jhon Calfari, perwakilan dari Amarah Brawijaya mengatakan, Sultan, mahasiswa prodi Ilmu Pemerintahan itu sangat humble. "Anaknya aktif di organisasi juga," kata Axel pada wartawan. Ia juga mendapat info bahwa dari UB akan membantu pembelajaran kuliahnya secara asinkronus atau pembelajaran secara tidak langsung. Sehingga bisa dilaksanakan dimanapun dan kapanpun atau tidak terikat oleh ruang dan waktu dengan menyediakan bahan pembelajarannya. 


"Untuk aksi ini, kami juga melakukan video call juga pada ayah Sultan dan mengatakan terima kasih. Sultan sangat merindukan masa kuliah di UB," kata mahasiswa ini. Dalam aksi ini, mereka menyampaikan tiga tuntutan yaitu pertama, mengecam sikap PT Bali Tower yang hingga saat ini tidak bertanggung jawab atas tragedi Sultan Ri'fat Alfatih. 


Kedua, menuntut PT Bali Tower untuk bertanggujawab atas pemenuhan hak-hak Sultan. Ketiga, Amarah Brawijaya bersolidaritas atas tragedi yang menimpa Suktan dan mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Sultan. Menurut dia, Fatih, ayah Sultan yang melakukan penelusuran untuk mencari tahu pemilik kabel itu. 


Mulai dari kantor kelurahan, kecamatan hingga wali kota. Kemudian menemukan bahwa kabel itu milik perusahaan tersebut. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved