Berita Malang Hari Ini

Jembatan Lembayung Diperbaiki, Para Pelajar Terpaksa Naik Rakit Seberangi Kali Brantas di Malang

Dari titik penyeberangan ke sekolah, ia harus berjalan kaki sekitar 20 menit. Ketika naik sepeda motor, waktunya bisa lebih cepat.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
purwanto
Sejumlah siswa dan warga menyeberang aliran sungai Brantas menggunakan rakit atau getek di Kelurahan Mergosono, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (3/10/2023). Warga dengan swadaya membuat perahu rakit karena Jembatan Lembayung di perbaiki. Perbaikan Jembatan Lembayung ditutup total karena perbaikan dengan menelan anggaran Rp 1,8 miliar dan pengerjaan 90 hari pekerjaan sejak 25 September 2023. Jembatan Lembayung merupakan jembatan penghubung antara Kelurahan Mergosono dan Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Banyak pelajar dari tingkat dasar dan menengah memanfaatkan rakit untuk menyeberangi Kali Brantas di Kelurahan Mergosono Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Itu terjadi karena Jembatan Lembayung yang menghubungkan Mergosono dengan Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedungkandang sedang diperbaiki 

Mereka akan memenuhi pinggiran sungai saat jam berangkat dan pulang sekolah.


Jumlahnya bisa sampai ratusan. Biasanya, para pelajar memanfaatkan jembatan untuk menyeberang. Ketika jembatan sedang direnovasi hingga akhir 2023, mereka memilih untuk naik rakit.


Ridho Sukandi Febrian, pelajar kelas 8 SMP PGRI 6 Malang adalah satu pelajar yang menggunakan rakit penyebrangan. Sebelumnya, ia melintasi jembatan utama dengan sepeda motor.


"Saya diberitahu warga kalau ada rakit penyeberangan. Sejak dua hari ini saya menggunakan rakit penyeberangan," ungkapnya.


Dari titik penyeberangan ke sekolah, ia harus berjalan kaki sekitar 20 menit. Ketika naik sepeda motor, waktunya bisa lebih cepat.


"Saya tidak mau cari alternatif lain karena terlalu jauh kalau memutar," ungkapnya.


Ketua RT 11/RW 5, Hadi Prasetyo yang membantu menyeberangkan warga mengatakan, jumlah pelajar yang memanfaatkan rakit bisa mencapai ratusan. Pelajar berasal dari tingkat SD hingga SMA.

 

"Ramai pada pagi hari dan ketika pulang jam sekolah," ungkapnya.


Kepala Dinas PUPR-KP Kota Malang, Dandung Julhardjanto meminta maaf kepada masyarakat Kelurahan Mergosono dan Bumiayu. Permintaan maaf itu berkaitan dengan aktivitas renovasi jembatan utama penghubung kedua kelurahan.


Renovasi tersebut direncanakan berlangsung hingga 25 Desember 2023. Akibatnya, warga tidak bisa menyeberang. Secara swadaya, masyarakat membangun rakit penyeberangan untuk kebutuhan mobilitas.


"Yang jelas kami mohon maaf karena aktivitas terganggu. Kami mohon maaf agar tidak memaksakan diri. Bisa cari jalur alternatif lainnya. Pembangunan jembatan juga untuk masyarakat," ungkap Dandung. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved