Berita Pamekasan Hari Ini
Wali Murid SD di Pamekasan Sebut Anaknya Selalu Disudutkan. Tolak Cabut Laporan
Nurjannatan Aina Ina Dewi, wali murid dasi siswa yang mengalami diskriminatif, menunjukkan surat dari kepala SDN dan guru SDN Bugih 3 Pamekasan.
Penulis: Muchsin | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Kasus dugaan tindakan diskriminatif yang dilakukan guru dan Kepala SDN Bugih 3, Jl Kabupaten Pamekasan terhadap salah seorang muridnya, sepertinya akan tetap berlanjut ke ranah hukum. Sebab Nurjannatan Aina Ina Dewi, selaku orang tua dari siswa itu, bergeming tak akan mencabut laporannya ke Polres Pamekasan.
Menurut Ina, panggilan ibu tiga anak itu, langkah dirinya melaporkan kepala SDN Bugih 3, SJ ke Polres Pamekasan, karena semata-mata ingin mencari keadilan agar kasus yang menimpa anaknya yang duduk di bangku kelas V itu tidak terjadi di sekolah lain.
“Belakangan ini di luar sebagian masyarakat terlanjur memojokkan kami dan anak kami. Seolah-olah apa yang disampaikan anak kepada kami itu mengenai tindakan diskriminatif di sekolahnya dinilai mengada-ada. Padahal kami memiliki bukti,” ujar Ina, kepada SURYA, yang ditemui di rumahnya, di Jl Pintu Gerbang Pamekasan, Jumat (10/11/2023).
Dikatakan, sejak kejadian itu mencuat, selama ini, anaknya penurut dan patuh. Bicaranya pelan dan santun, kini berubah menjadi anak yang gampang tersinggung, mudah tersulut emosi dan marah sambil membentak-bentak. Sehingga ia mengkhawatirkan, anaknya mengalami trauma dan mentalnya terganggu.
Dijelaskan, sebelumnya ia tidak punya pikiran untuk membawa kasus yang menimpa anaknya ini ke jalur hukum. Tapi apa boleh buat, karena upaya dirinya menemui sejumlah pemangku kebijakan, seperti ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pamekasan, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pamekasan, Ahmad Zaini dan anggota dewan, tidak ada tanggapan positif.
Diungkapkan, yang cukup membuat dirinya terpukul, tindakan kepala SDN Bugih 3 SJ (sekarang SJ sudah ditarik ke disdik) dan 28 guru memberikan tanda tangan dan yang dikirim ke Disdik Pamekasan, DPRD Pamekasan, PGRI Pamekasan, Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LBH) serta ke komite sekolah, isinya menyudutkan anaknya dan menggambarkan, jika guru itu ingin mengeluarkan anaknya dengan cara memasrahkan anaknya ke disdik.
“Bahkan yang membuat kami tidak terima dengan isi surat itu, terdapat sejumlah murid yang ikut tanda tangan dan memberikan pengakuan, mengenai perilaku anak saya, sejak duduk di bangku kelas II hingga kelas V ini. Jadi, terkesan ada penggiringan opini, tingkah laku anak saya selama 4 tahun, buruk di mata mereka. Kami sebagai orang tua, apa tidak sakit hati,” papar Ina.
Dikatakan, ia sudah menemui anggota dewan minta perlindungan, jangan sampai anaknya dikeluarkan dari sekolah. Tapi pihak dewan meminta dirinya menyelesaikan dengan gurunya. Begitu juga ketika ke Ketua PGRI, mengalami jawaban serupa. Sehingga satu-satunya harapan terakhir untuk mendapatkan keadilan, ia melaporkan persoalan itu ke polres.
Polres Pamekasan Ciduk Penjudi Sabung Ayam, Ngaku Hanya Taruhan Ratusan Ribu, Nggak Sampai Miliaran |
![]() |
---|
Bikin Gempar Pamekasan Madura, Inilah Penyebab 5 Orang Tewas dalam Sumur, Dipicu Gas Beracun |
![]() |
---|
Pria Pamekasan Madura Ditemukan Meninggal Dunia dalam Kondisi Mengenaskan di Depan Kamar Mandinya |
![]() |
---|
Three Five Cafe and Resto, Spot Nongki Viral di Pamekasan, Dukung Program Asta Cita Presiden Prabowo |
![]() |
---|
Presiden Probowo Akan Menaikkan Gaji Guru pada Tahun 2025, Begini Respons PGRI Pamekasan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.