Rabu, 22 April 2026

Liputan Khusus Malang

Kampanye Pemilu 2024 di Kota Malang, Pasang Iklan di Medsos Lebih Hemat

Caleg harus mengeluarkan biaya tinggi untuk memperkenalkan diri atau programnya selama masa kampanye Pemilu.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
IST
Media Sosial 

SURYAMALANG.COM, MALANG – Calon legislatif (caleg) harus mengeluarkan biaya tinggi untuk memperkenalkan diri atau programnya selama masa kampanye Pemilu. Tapi, calon legislatif harus menyesuaikan pengeluaran dengan dana di kantongnya.

Calon legislatif harus memutar otak agar biaya kampanye tidak melebihi dana yang tersedia. Tingginya biaya cetak spanduk membuat calon legislatif harus mencari cara lain untuk kampanye.

Intan Dita Wira tidak terlalu banyak kampanye menggunakan spanduk. Pplitisi PPP ini lebih banyak kampanye di media sosial (medsos).

"Saya lebih fokus menggunakan medsos atau iklan digital di medsos. Saya menganggap kampanye melalui spanduk kurang efektif," kata Dita kepada SURYAMALANG.COM.

Dita menilai biaya kampanye melalui spanduk cukup tinggi. Dita cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp 1 juta untuk iklan digital di medsos. Sedangkan untuk cetak spanduk, Dita harus mengeluarkan sekitar Rp 2 juta.

Dita mencetak spanduk tidak sampai 50 buah. Dita juga membuat stiker dan kartu nama. Untuk menghemat biaya, Dita cetak bersama calon legislatif lain.

"Kalau melalui spanduk, ada potensi pelanggaran ketika memasang spanduk. Kalau terjadi seperti itu, tim kami juga yang mengurusnya. Karena saya lebih banyak menyasar anak muda atau pemilih pemula, jadi saya menggunakan medsos," ungkapnya.

Dita menilai kampanye digital lebih efektif. Melalui iklan digital, Dita bisa lebih fokus menentukan sasaran calon pemilih. Potensi pelanggaran juga sangat kecil.

"Dengan iklan digital, saya bisa menentukan target, dan bisa menyusun sasaran. Perilaku pemilihnya juga bisa terbaca," paparnya.

Dita menilai kultur masyarakat di daerah pemilihan (dapil)-nya cukup mendukung untuk penggunaan iklan digital. Selama Dita kampanye, calon pemilih sangat memperhatikan gagasan calon legislatif.

Hal itu bisa menekan biaya kampanye karena para calon legislatif tidak perlu memberikan sesuatu kepada calon pemilih. Bahkan Dita baru mengeluarkan dana tidak sampai Rp 10 juta untuk biaya kampanye.

"Murah atau mahal kan relatif. Calon legislatif bisa kreatif, maka bisa menekan biaya politik," ungkapnya.

Calon legislatif dari Partai Perindo, Tonny Laksono mengaku telah mengeluarkan biaya sekitar Rp 7 juta untuk cetak spanduk. Tonny mematok biaya cetak tidak terlalu tinggi, tapi biaya pemasangan yang lebih mahal.

Dalam sekali pasang di satu titik, Tonny harus mengeluarkan Rp 300.000. Biaya itu sudah termasuk biaya kayu atau bambu, dan tenaga yang memasang spanduk.

"Biaya pemasangan Rp 300.000 itu pada Desember 2023. Kalau sekarang mungkin sekitar Rp 375.000," ujar Tonny.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved