Liputan Khusus Malang

Bisa Nikmati Roti Khas Perancis di Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang

Banyak orang dari luar Kota Malang yang datang hanya untuk menikmati kroisan tersebut.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, MALANG - Perpaduan unsur trandisional dan modern terlihat di Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang. Pasar ini mendapat sentuhan modern, tapi bagian dalamnya masih mempertahankan unsur tradisional.

Balutan modernisasi di Pasar Oro-oro Dowo dari adanya warung modern yang berada di pasar. Juga ada kafe dan warung modern yang menjual jajanan kekinian.

Fres Green termasuk warung modern yang hadir di Pasar Oro-oro Dowo. Warung ini menyediakan beragam minuman yang terbuat dari bahan-bahan organik, mulai dari kopi sampai jus.

Pemilik Fres Green, Citra Zacharia mengatakan banyak anak muda yang mulai datang ke pasar. Menurutnya, banyaknya anak muda yang berdatangan karena pasar tradisional sudah mulai berbenah.

Citra sudah mulai membuka warung di Pasar Oro-oro Dowo sejak tahun 2016. Saat itu Citra melihat sejumlah pedagang di bagian luar pasar masih menjual bahan-bahan yang tidak cukup laku di pasaran. "Kemudian saya sewa warung milik pedagang. Setelah itu saya survei untuk menentukan barang yang dijual di pasar," kata Citra kepada SURYAMALANG.COM.

Citra pun merenovasi bentuk warung dengan sentuhan-sentuhan modernisasi. Warung yang berukuran kecil itu dihiasi dengan motif-motif kekinian. Warna yang cerah dipadu ornamen kayu yang indah dapat dilihat menempel pada dinding.

Seiring berjalannya waktu, banyak orang mengenal warung Fres Green. Warung ini terkesan lebih terlihat seperti kedai daripada warung. Orang yang datang bisa langsung duduk di depan dan memesan menu yang sudah ada. Banyak anak-anak muda yang datang ke tempat tersebut. "Kalau hari normal, ada sekitar 50 pengunjung. Kalau akhir pekan, bisa lebih ramai," tambahnya.

Citra juga menjual roti modern, seperti kroisan, roti khas Perancis. Bahkan Citra mempekerjakan orang dari Perancis untuk membuat roti tersebut. Citra ingin para pengunjung bisa menikmati roti kroisan yang dibuat oleh tangan orang Perancis.

Menurut Citra, roti kroisan buatan orang Perancis memiliki rasa yang berbeda dan tentunya juga tekstur yang berbeda. Banyak orang dari luar Kota Malang yang datang hanya untuk menikmati kroisan tersebut.

Citra pun mulai mengembangkan usahanya dengan menyewa warung lagi yang tidak jauh dari tempat semula. Di warung baru itu, Citra menjual berbagai macam jenis makanan tradisional. "Perubahan di Pasar oro-oro dowo telah mengubah kesan masyarakat terhadap pasar tradisional," terangnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved