Berita Malang Hari Ini
ITN Malang Menambah Doktor Ilmu Teknik Elektro-Telekomunikasi
Michael Ardita adalah dosen Teknik Elektro dan lulus dari Program Doktor Ilmu Teknik Elektro - Telekomunikasi ITS Surabaya pada 2023
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menambah jumlah doktornya, yaitu Dr Michael Ardita ST MT.
Michael Ardita adalah dosen Teknik Elektro dan lulus dari Program Doktor Ilmu Teknik Elektro - Telekomunikasi ITS Surabaya pada 2023. Ia meneliti jaringan multichanel untuk intelligent transportation system.
Transportasi menjadi unsur penting bagi kehidupan bangsa untuk mendukung perkembangan dan pemerataan pembangunan di segala sektor. Sehingga terhubungnya daerah satu dengan lainnya lewat transportasi secara efisien, aman, dan nyaman menjadi dambaan bagi warga masyarakat. Dan berkembangnya information dan technology (IT) tentu sangat membantu dalam perkembangan transportasi.
Dari hal itu, ia melakukan penelitian tentang sistem komunikasi nirkabel untuk mendukung sistem transportasi cerdas. Disertasinya berjudul “Jaringan Komunikasi Data Nirkabel Multi-Channel dan Multi-Platform untuk Mendukung Intelligent Transportation System (ITS).
"Salah satu komponen dari smart-city adalah intelligent transportation system (ITS)," kata dia, Senin (5/2/2024).
Salah satu bagian dari ITS yang memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia saat ini adalah advanced public transportation system (APTS). APTS secara umum terdiri dari beberapa On-Board Unit – (OBU) yang terletak di dalam kendaraan umum dan traffic management system (TMC).
Salah satu pilar pada smart city adalah smart mobility dimana salah satu pendukungnya adalah sistem transportasi cerdas (ITS). Sistem komunikasi nirkabel yang handal diperlukan pada ITS untuk komunikasi antara OBU dengan TMC.
"Tujuan komunikasi dua arah tersebut salah satunya untuk manajemen tranportasi publik, dan tiketing elektronik. Nah, ini yang membutuhkan jaringan nirkabel yang handal. Kalau jaringan kurang bagus bisa mengakibatkan antrian panjang pada proses tiket elektronik."
"Maka, untuk memperlancar perlu ketersediaan layanan komunikasi dengan kehandalan yang cukup tinggi," kata Michael dalam rilis humas ITN Malang.
Jaringan nirkabel adalah teknologi canggih yang memungkinkan sebua koneksi tanpa adanya kabel penghubung antara OBU dengan TMC karena armada/kendaran selalu bergerak. Untuk menghasilkan jaringan komunikasi nirkabel yang handal memerlukan infrastruktur yang cukup baik, dan melingkupi seluruh wilayah kota.
Karena infrastruktur jaringan nirkabel privat milik pemerintah kota pada umumnya tidak tersedia secara luas, maka sistem komunikasi nirkabel lain yang dapat dipergunakan adalah jaringan selular. Menurut Michael, masalah utama yang muncul pada komunikasi bergerak adalah fenomena kekuatan sinyal radio yang tidak selalu bagus antara BTS dengan perangkat modem bergeraknya.
Kondisi ini dapat menyebabkan komunikasi nirkabel kadangkala lancar dan kadangkala terputus hingga beberapa saat. Dalam penelitian ini, Michael mengusulkan suatu protokol baru dengan reliabilitas tinggi pada komunikasi data nirkabel antara OBU dengan TMC.
"Komunikasi nirkabel yang banyak tersedia adalah seluler. Tapi tidak merata di semua area. Di daerah pinggir (kota) kadang BTS-nya cakupan layanan tidak tersedia. Pengguna blok BTS padat (ramai) sehingga komunikasinya tidak lancar juga. Maka ini yang harus diatasi," beber Kaprodi Magister Teknik Elektro, Program Pascasarjana ITN Malang ini.
Untungnya di Indonesia ada beberapa operator seluler yang independen. Michael menggunakan multichannel (banyak saluran). Protokol komunikasi dengan mengabungkan beberapa provider dalam satu sistem inilah yang menjadi kebaharuan dalam peneliannya. Satu perangkat elektronik yang secara otomatis memilih jaringan paling optimal.
Tujuannya agar masing-masing operator bisa saling melengkapi. Hampir semua operator dipakai dalam penelitiannya, seperti Telkomsel, Indosat, XL, dan lain sebagainya. Realisasi di lapangan, untuk komunikasi antara OBU dan TMC yang memerlukan kehandalan tinggi, maka paling tidak harus ada dua provider komunikasi nirkabel.
Tujuannya untuk saling melengkapi ketika salah satu provider layananya ada yang sedang kurang bagus. Maka provider lain jaringannya bisa digunakan untuk lomunikasi. Serta untuk mendapatkan kualitas yang kontinu selalu lancar tidak bisa, karena ada saat-saat tertentu suatu provider ada ketidaklancaran.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.