Liputan Khusus Malang
Pesta Demokrasi di Malang Raya, Rois Harus Melek Selama 24 Jam
Roisyatul Mufidah (24) baru pertama kali menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Roisyatul Mufidah (24) baru pertama kali menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Saat Pemilu 2024, Rois bertugas di TPS 14 Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Umumnya masyarakat melihat KPPS hanya bertugas saat coblosan, yaitu pada 14 Februari 2024. Padahal KPPS sudah bertugas sejak dua pekan sebelum masa coblosan.
Rois mengungkapkan pekerjaan yang dilakukan KPPS selama dua pekan sebelum coblosan adalah mencicil pekerjaan yang akan digunakan pada hari H.
"Mulai H-2 pekan itu ada bimbingan teknis (bimtek). Menjelang hari H, kami mulai menngisi C pemberitahuan yang dibagikan ke warga mulai 10 Februari," kata Rois kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (18/2).
Rois bersama anggota KPPS lain mulai persiapan menata lokasi TPS sejak Minggu (11/2). Saat coblosan, Rois bertugas memanggil warga, dan memberikan surat suara kepada pemilih.
"Saat penghitungan suara, saya bertugas menulis hasil suara, melipat surat suara yang telah dibacakan, dan ikut membantu mencetak C salinan," terangnya.
Hari H merupakan puncak dari tugas KPPS. Saat hari H itu, Rois sudah stand by di TPS sejak pukul 06.00 WIB sampai penghitungan suara rampung. Menurutnya, penghitungan suara rampung sekitar pukul 04.00 WIB.
"Saya lelah sekali. Saat hari H itu, saya harus melek terus dan harus teliti 24 jam non stop. Kalau ada yang salah sedikit saja, harus mengulang lagi," imbuhnya.
Rois bersyukur proses Pemilu di TPS 14 Desa Kalisongo lancar, aman, dan tidak ada kendala. Menurutnya, seluruh anggota KPPS bekerja bersama.
"Ketua TPS juga selalu memberi semangat. Kami boleh istirahat kalau sedang waktunya ishoma," ungkapnya.
Sebagai penyelenggara Pemilu pertama, Rois mengakui bekerja sebagai KPPS sangat melelahkan. Rois turut bersedih ketika mendengar ada anggota KPPS di daerah lain yang sampai sakit atau meninggal dunia.
"Kerja KPPS memang luar biasa melelahkan. Kami benar-benar harus melek, harus teliti, dan sabar," imbuhnya.
Sebelum bertugas, Rois sudah menyadari tugas KPPS akan sangat melelahkan. Makanya Rois mencoba selalu menjaga kesehatan selama bertugas, seperti mengonsumsi vitamin, dan tidak sampai telat makan.
"Juga minum air putih yang banyak, dan minum vitamin. Intinya, makan yang cukup dan istirahat sebentar, yang penting tidak sampai tidur," tuturnya.
| 33 Pasar di Kabupaten Malang Belum SNI |
|
|---|
| Nongkrong di Pasar Tradisional Bisa Lihat Kota Malang yang Alami |
|
|---|
| Bisa Nikmati Roti Khas Perancis di Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang |
|
|---|
| Anak Muda Gandrung Belanja di Pasar Tradisional, Rela Antre Sejam demi Dapat Makanan |
|
|---|
| Citra Zacharia Ambil Peluang Modernisasi Pasar Oro-oro Dowo Kota Malang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Suasana-coblosan-di-TPS-14-Desa-Kalisongo-Kecamatan-Dau-Kabupaten-Malang.jpg)