Berita Malang Hari Ini

Pedagang di Kota Malang Temukan Penyusutan Kapasitas Beras SPHP yang Diterima dari Distributor

Pedagang di Kota Malang Temukan Penyusutan Kapasitas Beras SPHP yang Diterima dari Distributor

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Supriyono menunjukan beras kemasan 5 Kg yang ia kemas sendiri setelah menerima pasokan beras SPHP. 

Jika mendengar adanya laporan penyusutan tersebut, Eka mengaku akan mengkonfirmasi langsung kepada pedagang. Ia juga akan mengkonfirmasi kepada pihak terkait seperti BUMD Tugu Aneka Usaha dan Bulog.

"Kami akan jembatani untuk mencari solusi, tapi kami klarifikasi dulu. Kan, tidak bisa dari satu pihak," ujar Eka.

Bulog Cabang Malang mengaku cukup kewalahan dengan permintaan pasar soal beras SPHP kemasan 5 kilogram. Sebab, sejauh ini yang paling banyak penyaluran adalah beras SPHP kemasan 50 kilogram.

Kepala Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina mengatakan, jika ada perbedaan kapasitas yang diterima pedagang, maka akan ada pemantauan langsung ke lapangan. 

"Memang ada ketentuan dari Bapanas untuk mengemas 50 Kg karena kadang kemampuan masyarakat bisa membeli 1 Kg. Kalau ada yang kurang,  kami cek lagi. Memang kemasannya  untuk 50 Kg. Soal nanti ditimbang berkurang, ya kami cek lagi," tegas Siane.

Pihaknya selama ini sudah melakukan penyaluran beras SPHP ke 18 pasar tradisional serta 61 toko dan toko ritel modern. Ia menyebut, sejak awal Februari 2024 hingga saat ini, setidaknya 1.186 ton beras sudah tersalurkan.

"Penyaluran setiap Minggu wajib ke masing-masing toko. Satu Minggu dua ton per toko, itu maksimal. Karena tergantung kemampuan pedagang juga," ujar Siane, Kamis (29/2/2024).

Siane juga mengakui bahwa SPHP kemasan 5 kilogram saat ini sulit didapatkan. Sebab, biasanya ia menyuplai pada kemasan 50 kilogram dan pedagang sendiri yang akan mengakomodir menjadi kemasan 5 kilogram.

Siane menyebut bahwa peningkatan permintaan suplai beras mulai meningkat sejak Januari 2024 lalu. Mengingat, kini beras-beras premium di pasaran semakin mahal, sehingga masyarakat mulai beralih ke beras SPHP milik Bulog.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved