Berita Malang Hari Ini

Stok Kebutuhan Pokok di Kota Malang Diprediksi Aman Sampai Lebaran 2024

Pemerintah Kota Malang telah memetakan kondisi pasokan dan kebutuhan bahan pokok melalui tinjauan langsung ke pasar

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Pedagang di Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang, yang menjual kebutuhan pokok. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Stok kebutuhan pokok di Kota Malang diprediksi aman hingga selesai Lebaran 2024, terutama beras. Pemerintah Kota Malang telah memetakan kondisi pasokan dan kebutuhan bahan pokok melalui tinjauan langsung ke pasar. Diperkirakan, kebutuhan meningkat sepanjang Ramadan hingga Lebaran.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso menyatakan ketersediaan bahan pokok cukup aman karena pasokan cadangan yang aman. Di samping itu, pemerintah juga sering menggelar operasi pasar untuk menekan potensi kenaikan harga.

Terbaru, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur yang berkolaborasi dengan Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Taman Gayam.

Erick menegaskan GPM digelar sebagai upaya pemerintah untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Apalagi saat ini kecenderungan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Gerakan Pangan Murah ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," beber Erik.

Sementara itu Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Provinsi Jatim Pujiati Ningsih mengatakan ketersediaan pangan di Provinsi Jatim sampai Maret 2024 masih surplus. Kenaikan harga yang terjadi saat ini menurutnya dikarenakan jadwal penanaman tanaman padi mundur.

"Jadi kita nanti panen kurang lebih di bulan April. Tetapi untuk ketersediaan pangan, tiga sampai lima bulan ke depan kita aman," kata Pujiati.

Dijelaskannya, saat ini harga beras sudah mulai turun dan pemerintah terus melakukan upaya stabilisasi harga dan pasokan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, salah satunya adalah melalui GPM ini.

Di tingkat pedagang, stok beras menurun akibat aturan bayar tunai oleh distributor. Distributor mulai mengendalikan pasokan beras ke pasar karena Bulog gencar menggerojok SPHP untuk stabilisasi harga.

Supriyono, pedagang dari Pasar Bunul menyatakan, stok beras kemasan di tempatnya terus berkurang. Saat ditemui, Supriyono mengatakan stok beras yang ada hanya 3 ton dari sebelumnya bisa 5 ton.

Ia menjelaskan semula distributor di Malang membolehkan pengulak beras membayar di belakang usai pengiriman. Rentang pembayaran bisa mundur sepekan. Namun, sejak dua minggu terakhir ada aturan baru harus dibayar tunai.

"Ini yang memberatkan kami karena tidak memiliki modal," katanya.

Karena itu, stok beras di lapak miliknya menurun sekitar 2 ton. Kendati demikian, ia masih menjual beras kemasan berbagai merek selain beras SPHP bulog.

Dari sejumlah konsumen, kebanyakan mereka mencari beras bulog. Tetapi, beras SPHP itu tidak saban hari tersedia. Konsumen demen beras bulog lantaran harganya lebih murah ketimbang beras kemasan lainnya. 

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved