Kecelakaan Maut di Coban Trisula Malang

Kisah Korban Meninggal Kecelakaan Maut Fortuner di Jurang Bromo Malang, Ibu dan kakak Pengantin Baru

Korban kecelakaan maut itu merupakan rombongan pengantar pengantin yang baru saja mendatangi acara gunduh mantu di Lumajang dan akan pulang ke Malang

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Lu'lu'ul Isnainiyah-Istimewa
Foto semasa hisup M Irvani (kiri) dan Sulimah (nomor dua dari kiri) bersama menantu Sulimah dan , Eli, anak keduanya, dalam pernikahan Eli seminggu yang lalu. Sulimah dan M Irvani jadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut Toyota Fortuner yang jatuh ke jurang di Kawasan Coban Trisula TNBTS, Malang, Senin (14/5/2024) setelah hadiri acara ngunduh mantu di Lumajang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kisah sedih menyelimuti salah satu keluarga korban kecelakaan maut mobil Toyota Fortuner yang masuk jurang kawasan di Coban Trisula Gunung Bromo Semeru, yang merupakan keluarga dari pasangan pengantin baru.

Untuk diketahui korban kecelakaan maut itu merupakan rombongan pengantar pengantin yang baru saja mendatangi acara ngunduh mantu di Lumajang dan akan pulang ke Malang.

Baca juga: Foto-foto Kecelakaan Rombongan Mobil Fortuner Masuk Jurang di TNBTS Malang Jatim, Diduga Rem Blong

Dua dari empat korban meninggal dunia dalam kecelakan mobil Fortuner itu, Sulimah (57) dan M Mushili Irvani (33) adalah ibu dan kakak dari pengantin perempuan, Eli warga Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Sulimah (57) dan anaknya pertamanya, M Mushili Irvani (33) meninggal dunia bersama korban  Imriti Yasin Ali Rahbani (51), pengemudi Fortuner yang merupakan tetangga desa dan kerabat dan Tutik Kuntiarini (51).

Pelayat silih berganti mendatangi rumah duka Sulimah (57) dan anaknya pertamanya, M Mushili Irvani (33) di Desa Gondanglegi, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Selasa (14/5/2024) pagi.

Sejumlah relawan dan petugas kesehatan mengangkat jenazah untuk dibawa ke rumah duka saat laka maut di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di wilayah Jarak Ijo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang di rumah sakit Sumber Sentosa, Senin (13/5/2024) malam.
Sejumlah relawan dan petugas kesehatan mengangkat jenazah untuk dibawa ke rumah duka saat laka maut di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di wilayah Jarak Ijo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang di rumah sakit Sumber Sentosa, Senin (13/5/2024) malam. (SURYAMALANg.COM/Purwanto)

Sulimah dan Irvani merupakan korban kecelakaan tunggal di jurang kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tepatnya di Coban Trisula Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Senin (13/5/2024) petang.

Sekira pukul 10.00 WIB, nampak pelayat masih berdatangan.

Bahkan terlihat warga bergotongroyong mendirikan tenda.

Memang saat itu, jenazah Sulimah dan Irvani baru saja dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Gondanglegi Wetan.

Suasana ramai tak hanya nampak dari depan rumahnya saja, melainkan, di dalam rumah juga dipadati oleh tetangga dan kerabat yang melayat.

Di sebuah kamar nampak seorang perempuan tengah tergeletak lemas.

Menurut penuturan tetangga, perempuan itu merupakan anak kedua Sulimah, yakni Eli.

Eli nampak didampingi oleh sang suami. Mereka baru satu minggu menikah.

Suhadak, suami Sulimah, hanya bisa menerima kenyataan ketika istri dan anak pertamanya meninggal dunia.

Ia menjelaskan, Sulimah beserta delapan rombongan lainnya ke Lumajang untuk melakukan ngunduh mantu putrinya, Eli.

"Minggu kemarin saya dan rombongan istri ke Lumajang untuk ngunduh mantu anak saya. Saya pulang duluan, karena beda rombongan," kata Suhadak saat ditemui di kediamannya.

Sementara rombongan Sulimah memilih untuk menginap di rumah orang tua Sulimah, yakni di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Rombogan tersebut menaiki mobil Fortuner hitam nopol B 1683 TJG yang dikemudikan oleh Imriti Yasin Ali Rahbini (51).

Imriti saat itu juga mengajak anak perempuannya beserta kedua cucunya. Kemudian, tetangga Sulimah, Tutik juga diajak beserta anaknya. Lalu ada suami dari Irvani atau menantu Sulimah yang turut diajak.

Usai menginap semalam, rombongan tersebut memutuskan kembali ke Malang, pada Senin kemarin, selepas asar.

"Istri saya mampir ke rumah orang tuanya, setelah asar baru pulang," jelasnya.

Baca juga: Sosok Wanita Sopir Fortuner yang Masuk Jurang di TNBTS Malang Jatim, Pengelola Ponpes Gondanglegi

Suhadak mengaku, ia terakhir kali menghubungi istrinya sore kemarin. Namun, saat ditelpon hanya memanggil dan tak ada jawaban.

"Terus saya telpon Mbak Im (Imriti), yang angkat kok orang laki-laki? Saya tanya, siapa ini? Jawabnya, keluarga? Terus langsung ditutup," cerita pria yang mengenakan baju kotak-kotak itu.

Kemudian, Suhadak mendapatkan kabar bahwa istrinya masuk rumah sakit di Tumpang, yakni Sumber Sentosa.

Saat itu ia bergegas menuju ke rumah sakit. Bahkan kedatangan Suhadak ke rumah sakit bersamaan dengan kedatang ambulan yang mengangkut korban kecelakaan.

Kedua jenazah lalu dipulang ke rumah duka. Dikatakan Suhadak, mereka tiba sekira pukul 01.30 WIB.

Paginya, mereka dimakamkan sekira pukul 08.00 WIB. Mereka di makamkan berdampingan.(isn)

 

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved