Pengakuan Aep Saksi Mata Vina Diserang Geng Motor, Bantu Ayah Eky Tangkap Pelaku: Saya Kabari

Pengakuan Aep saksi mata Vina diserang geng motor di malam hari, bantu ayah Eky tangkap pelaku: saya kabari.

Tribun Bekasi/Muhammad Azzam
Aep saksi mata Vina diserang geng motor di malam hari, bantu ayah Eky tangkap pelaku: saya kabari. 

"Sudah begitu dia kasih nomor hp ke saya langsung dia bilang kabari saya ya kalau anak-anaknya pada nongkrong," jelas Aep.

Baca juga: Siapa Abigail? Cewek Viral Nyetir Pesawat Sendiri ke Prancis Demi Jajan Crepes, Terungkap Statusnya

Aep, warga Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi saksi yang melihat kejadian Vina dan Eky diserang
Aep, warga Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi saksi yang melihat kejadian Vina dan Eky diserang (Tribun Bekasi/Muhammad Azzam)

Aep pun langsung memberi kabar kepada ayah Eky ketika melihat sekelompok remaja itu nongkrong sekitar pukul 17.00 WIB.

Tak lama setelah memberi kabar kepada ayah Eky, polisipun langsung datang dan Aep pun melihat langsung proses penangkapannya.

"Tau, (lokasi penangkapan) ya di depan bengkel saya di tempat tongkrongan itu," kata Aep.

Sedangkan beberapa waktu lalu, Iptu Rudiana, ayah Eky muncul memberikan penjelasan.

Lewat video berdurasi 01.59 detik yang diunggah di akun Instagram @rudianabison, Rudi meminta agar masyarakat tidak membuat pernyataan-pernyataan yang menyakiti keluarga.

"Saya mohon kepada seluruh warga negara Indonesia, agar jangan membuat kami lebih sakit" kata Rudiana dalam video tersebut tayang Jumat (17/5/2024).

"Eki adalah anak kandung kami, yang mana menjadi korban daripada kelompok-kelompok yang kejam," imbuhnya. 

Polisi aktif yang kini menjabat Kapolsek Kapetakan Polres Cirebon Kota, tersebut, mengatakan, selama ini dia tidak diam.

Rudi bersama dengan Polda Jawa Barat terus berupaya untuk menangkap tiga pelaku yang masih buron.

"Saya tidak diam, saya terus berupaya dan bekerja sama dengan Reskrim. Terbukti, beberapa kami amankan dan sisanya sedang kami perjuangkan untuk dilakukan pengungkapan," kata Rudi.

Rudi memohon agar masyarakat tidak memperburuk keadaan dengan asumsi-asumsi yang justru membuat perasaan keluarga lebih sakit.

"Sekali lagi saya mohon doa, mudah-mudahan orang-orang yang telah mengambil nyawa anak saya bisa segera terungkap" lanjut Rudi.

"Dan sekali lagi kepada seluruh warga negara Indonesia, agar jangan berasumsi atau memberikan statement yang mungkin lebih membuat kami sakit," kata Rudi.

"Kami cukup yang mengalami. Selama delapan tahun saya berupaya untuk sabar" tambahnya. 

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved