Rabu, 3 Juni 2026

Ibadah Haji 2024

Melihat dari Dekat Ngaji Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi

Selain menjadi pengisi kajian, Ariful juga sibuk menulis. Karya bukunya antara lain  Ziarah Madinah dan Keutamaannya serta Untukmu Wahai Tamu Allah.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Yuli A
m taufik
Suasana kajian Islam berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi yang terlihat paling ramai dibanding lokasi kajian-kajian lainnya 


"Hanya libur kalau pas sakit atau ada keperluan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan," katanya. 

 

 


Ariful Bahri saat ini satu-satunya penceramah di Masjid Nabawi yang berasal dari Indonesia. Sebelumnya pernah ada empat penceramah lain yang menjadi pengisi kajian di masjid yang dibangun Rasulullah itu.

 

 


Pernah ada tiga pengisi kajian dari Indonesia dalam era yang sama. Mereka adalah Anas Burhanuddin, Firanda Andirja, dan Abdullah Roy. Setelah era mereka, dua tahun vakum. Tidak ada lagi kajian berbahasa Indonesia di Nabawi. 

 

 


Baru pada 2019, Masjid Nabawi meminta Universitas Islam Madinah mengirim mahasiswa dari Indonesia untuk mengikuti seleksi sebagai pengisi kajian di Nabawi. "Waktu itu saya sedang pulang ke Indonesia. Tiba-tiba dihubungi disuruh kembali ke Madinah untuk ke Masjid Nabawi," kisah Ariful. 

 

 


Setelah tes wawancara dengan salah seorang syekh, ada empat mahasiswa Indonesia yang dinyatakan lulus. Dua di antaranya mengundurkan diri. Tinggal Ariful Bahri dan Irsyad Hasan.

 

 

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved