Ibadah Haji 2024
Melihat dari Dekat Ngaji Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi
Selain menjadi pengisi kajian, Ariful juga sibuk menulis. Karya bukunya antara lain Ziarah Madinah dan Keutamaannya serta Untukmu Wahai Tamu Allah.
Penulis: M Taufik | Editor: Yuli A
"Kami berdua mengisi kajian berbahasa Indonesia. Saya kebagian setelah Magrib, Ustaz Irsyad sore," kata Ariful Bahri.
Namun, Irsyad Hasan tidak lama menjadi pengisi kajian di Masjid Nabawi. Kini tinggal Ariful Bahri pengisi kajian berbahasa Indonesia di sana.
Perjalanan Ariful Bahri sampai ke Madinah juga luar biasa. Setelah lulus SD, ia melanjutkan sekolah ke Madrasah Tsanawiyah. Saat kelas 3 MTs, ada pondok pesantren baru di kampungnya. Ia keluar dari MTs dan masuk ke pondok tersebut.
"Ada yang menawari, gratis. Tapi saya harus mengulang dari kelas 1," kata Ariful.
Saat kelas 5 (kelas X Madrasah Aliyah), Ariful sudah hafal Alquran. Padahal di pondok itu tidak ada tahfidz atau program menghafal quran. Pihak yayasan menghadiahi Ariful umrah. Ariful lulus sekolah pada 2006. Kemudian 2007 berangkat umrah sebagai hadiah karena menjadi hafidz.
"Saat umroh itu, pas di Madinah saya main ke Universitas Islam Madinah. Lalu ikut tes masuk. Dan alhamdulillah diterima," kata lulusan Pondok Pesantren Ansor Sunnah, Kampar ini.
Setahun kemudian, 2008, ia mulai kuliah di UIM. S1 mengambil jurusan Quran. Lalu pindah ke Ushuluddin. Kemudian S-2 dan S-3 mengambil jurusan akidah.
“Akidah ini meliputi perbandingan agama dan firqah," ujar bapak empat anak ini.
Ia resmi menyandang gelar doktor tahun lalu, tepatnya 4 Mei 2023. Desertasinya mendapat nilai sempurna atau Mumtaz ala martabat syaraf.
Selain menjadi pengisi kajian, Ariful juga sibuk menulis. Karya bukunya antara lain Ziarah Madinah dan Keutamaannya serta Untukmu Wahai Tamu Allah. Buku itu ia tulis bersama Ustaz Abu Yusuf.
Sudah 15 tahun dia di Madinah. Istri dan anaknya juga tinggal di sana. Tapi dia masih berkeinginan, suatu saat nanti kembali pulang ke Indonesia. “Tapi kapan, saya juga belum tahu sampai kapan,” akunya.
| Jemaah Haji Jombang Meninggal di Pesawat Satu Jam Sebelum Mendarat di Bandara Juanda, Dapat Asuransi |
|
|---|
| Kisah Perjalanan Haji Mbah Hardjo, Jemaah Haji Usia 109 Tahun Tetap Sehat Tiba Kembali di Tanah Air |
|
|---|
| Serangan Jantung, Satu Jemaah Haji Keberangkatan Kota Batu Meninggal Dunia di Tanah Suci |
|
|---|
| Sebelum Wafat di Arab Saudi, Ibu Umur 76 Tahun Tanya Persiapan di Rumah untuk Penyambutan |
|
|---|
| Kisah Jemaah Haji Tuban 1 Meninggal di Surabaya, 1 Lagi Ditinggal di Bandara Kualanamu saat Pulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Suasana-kajian-Islam-berbahasa-Indonesia-di-Masjid-Nabawi.jpg)