Pembuktian Pengacara, Egi Tidak di Cirebon saat Kasus Vina Terjadi, Ada Catatan dari 27 Agustus 2016

Pembelaan pengacara, Egi tidak di Cirebon saat kasus Vina terjadi, pegang catatan dari 27 Agustus 2016, bukti kuat.

Youtube KOMPASTV/TribunJabar.id/Eki Yulianto
Pembuktian Pengacara, Egi Tidak di Cirebon saat Kasus Vina Terjadi, Ada Catatan dari 27 Agustus 2016 

Kuasa Hukum Suharsono, Toni, mengatakan kliennya juga akan mengajukan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bila diperlukan. 

"Kalau secara prosedur untuk bisa ke persidangan agar Pak Suharsono bisa bersaksi dengan nyaman, kalau memang harus ke LPSK maka kami ke sana minta perlindungan saksi dan korban," tambah Toni. 

Ibu Egi Geram dengan Kesaksian Aep

Sementara itu, ibu Pegi Setiawan, Kartini, geram dengan pemuda bernama Aep yang asal bicara memberikan kesaksiannya dalam kasus pembunuhan Vina Dewi Astari (16) dan Muhammad Rizky di Cirebon. 

Kartini mendengar langsung kesaksian Aep yang mengatakan melihat Pegi mengendarai motor Smash berwarna pink.

Menanggapi kesaksian Aep, ibu Pegi langsung membantahnya dan menjelaskan motor tersebut sudah dalam kondisi rusak sejak lama.

"Motor itu rusak sudah lama, sudah dapat satu bulan lebih lah itu. Enggak tahu lah apanya yang rusak belum sempat beli mahal jadi kata Peginya nanti aja minggu depan" ujar Kartini saat ditanya oleh Youtuber Toni di channel Youtube Pengacara Toni pada Selasa (28/5/2024). 

"Pegi kirim mau beli alat motor nanti dipasangin ke sodaranya ke bengkel gitu," imbuh Kartini.

Kartini melanjutkan, motor tersebut belum pernah diperbaiki atau dibetulkan hingga peristiwa pembunuhan Vina terjadi. 

Saat kejadian pun, kata Kartini, Pegi sudah berada di Bandung. 

"Sebelum kejadian Pegi sudah ada di Bandung, sudah kerja, tujuan Pegi kerja mau benerin motor," ujar Kartini.

Kartini pun geregetan dengan Aep yang dinilai memberi keterangan palsu. 

Bahkan Kartini berani bersumpah  Pegi dan beberapa saudaranya sudah berada di Bandung untuk bekerja membangun rumah milik majikannya, Agus. 

"Itu bohong saksi palsu, demi Rasullulah aku bersumpah demi anak saya. Anak saya tidak pernah melakukan kejahatan seperti itu," ucap Kartini. 

Kartini pun meminta agar Aep mengatakan hal sejujurnya bukan menceritakan cerita bohong. 

"Jadi keterangan Aep bohong. Saya menolak keras. Aep tolong jujur jangan membohongi orang. Kejujuran itu lebih penting dari segala-galanya," pungkas Kartini.

(TribunJakarta.com)

Ikuti berita lainnya di News Google >> SURYAMALANG.COM

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved