Kondisi Pilu Siswa SD Dihukum Guru Sampai Kritis, Saraf Rusak Permanen, Ibu Nangis Menderita
Kondisi pilu siswa SD dihukum guru sampai kritis, saraf rusak permanen, ibu nangis menderita anaknya kini berubah.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Kasat Reskrim Iptu Adi Satyia lalu membenarkan adanya laporan kasus tersebut dan berupaya melakukan mediasi namun menemui jalan buntu.
Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sumbawa Barat, AA Putu Juniartana Putra saat ditemui (4/10/2023) mengatakan terdakwa pada sidang sebelumnya mengakui melakukan pemukulan dan dibuktikan dari hasil visum.
"Terdakwa mengakui melakukan pemukulan dengan kepalan tangannya. Dan ada memar di leher siswa dari hasil visum et repertum," ungkap Agung.
Terpisah, guru bernama Akbar Sarosa itu pun mengakui sudah melakukan tindakan pemukulan terhadap muridnya berinisial MAS.
"Saya pukul murid menggunakan kayu memang adalah hal yang benar dan itupun yang dipukul memang anak itu atau MAS," ujar Akbar melansir tayangan youtube TV Onenews (9/10/2023).
Kendati demikian, Akbar Sarosa menyebut pukulan tidak mengenai badan siswa melainkan tas ranselnya.
"Saya pukul itu adalah ranselnya karena kebetulan anak tersebut menggunakan ransel. Setelah itu langsung saya buang," jelas Akbar Sarosa.
"Jadi kayunya kira-kira sepanjang 50 cm, kebetulan kayu yang memang tergeletak di tanah, niat awal saya memang hanya menakuti anak-anak saya supaya bergegas" ungkap Akbar.
"Ya namanya anak-anak kalau hanya melihat kita memegang kayu saja itu sudah kocar-kacir," ujar Akbar.
Mengenai hasil visum yang dilakukan siswa MAS dalam laporan kepolisian, Akbar Sarosa menerima.
Akbar tak mengelak karena visum didapat dari pemeriksaan resmi rumah sakit berdasarkan saran dari pihak kepolisian.
"Ya kalau berdasarkan hasil visum saya tetap mempercayai itu adalah hasil yang benar karena itu visum dilakukan oleh korban bersama orang tuanya yang dilakukan sesuai rekomendasi kepolisian, jadi hasil visum benar adanya," ujar Akbar.
Akbar juga bereaksi soal tuntutan dari orang tua muridnya yang meminta ganti rugi senilai Rp 50 juta.
"Kalau saya pribadi awal mula itu kita sudah mengupayakan proses mediasi yang dimana saya mengakui perbuatan saya yang mendisiplinkan anak-anak tersebut dengan cara kekerasan adalah kesalahan," tutur Akbar.
Akbar Sarosa pun menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua MAS.
"Sekali lagi saya benar benar minta maaf, tapi proses mediasi itu tidak ditemukan titik temu jadi berujung ke pengadilan seperti saat ini," tutup Akbar.
Terlihat Sejak Awal Azizah Salsha Ngaku Tak Mau Nikah Muda Anti Diatur-atur Ayah Bantah Perjodohan |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca Malang dan Kota Batu Hari Ini Kamis 28 Agustus 2025, Hujan-Berawan Dingin 16-17°C |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Alasan Rekrut Agusti Ardiansyah, 2 Sosok Pengganti Achmad Maulana |
![]() |
---|
WEJANGAN Andre Rosiade ke Pratama Arhan Sebelum Sang Mantu Gugat Cerai Azizah Salsha |
![]() |
---|
6 Rekomendasi Kuliner Legendaris Sekitar Kayutangan Malang yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.