Berita Malang Hari Ini

Atasi Stunting, Mahasiswa Teknik Kimia ITN Malang Olah Tepung Talas dan Spirulina Jadi Mie Kering

Lima mahasiswa Teknik Kimia ITN Malang mengolah tepung talas dan spirulina menjadi mie kering untuk membantu mengatasi stunting

ITN Malang
Mahasiswa-mahasiswi Teknik Kimia ITN Malang mengolah tepung talas dan spirulina menjadi mie kering. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Lima mahasiswa dan mahasiswi Teknik Kimia ITN Malang mengolah tepung talas dan spirulina menjadi mie kering untuk membantu mengatasi stunting.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

Biasanya ditandai dengan tinggi badan berada di bawah standar tinggi badan anak seusianya. Produk ini mereka wujudkan untuk Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2024a.

“Kami ikut prihatin dengan masih banyaknya kasus stunting di Indonesia. Untuk mencegahnya, perlu  mengonsumsi makanan yang bergizi."

"Maka kami tergerak membuat mie dengan bahan baku lokal umbi talas,” jelas Adhisty Elcahyani, Ketua Tim PKM RE.

Nama timnya adalah BOOST (Better Option of Spirulina Taro in Noodles to Stop Stunting).

Mereka adalah Adhisty Elcahyani, Betarina Natasya F, Trustha Aurora F, Elvin Sindi (2314013) dan Firmanta Waruwu. Merek dibimbing dosen Teknik Kimia ITN Malang, Dra Siswi Astuti MPd. Riset mereka berjudul “Substitusi Tepung Ubi Talas (Colocasia Esculenta L.) dengan penambahan Spirulina (Arthrospira Platensis) pada Mie Kering untuk Pencegahan Stunting”.

Tepung talas mudah ditemukan. Sementara spirulina memiliki kadar protein tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai pencegahan stunting.

Menurut Dhisty, membuat mie kering sangat mudah seperti membuat mie pada umumnya. Bahan yang dibutuhkan adalah tepung terigu, tepung talas, spirulina, dan bahan pendukung lainnya. Untuk tepung talasnya mereka membuat sendiri karena umbi talas mudah ditemukan. 

Mereka mendapatkannya di pasar tradisional atau pasar desa, dan sebagian didapat langsung dari petani umbi talas. Setelah bahan-bahan ditakar kemudian dicampur dan diuleni dengan air hingga kalis.

Lalu adonan dipipihkan menggunakan noodle maker, dan dipotong menjadi untaian mie. Selanjutnya dikukus kurang lebih 5 menit, dan dikeringkan dengan alat dehidrator selama 2 jam dengan suhu 60°C.

Mie kering ini telah dianalisa di lab untuk uji organoleptik, uji kadar air, kadar abu, karbohidrat, lemak, protein, e.coli (mikroba) dan logam. Dari hasil riset, produk mie Tim BOOST telah sesuai dengan SNI mie kering, sehingga saat dikonsumsi aman dan tidak menimbulkan efek samping.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved